Ekonomi Sulit, Warga Harapkan SD Di Sitaul-Taul Kembali Diaktifkan

Daerah291 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (02/02) (Kotanopan) – Dengan penuh harap karena alasan perekonomian, warga Sitaul-taul Desa Singengu jae kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta agar Sekolah Dasar (SD) yang ada di desa mereka kembali diaktifkan.

Sebab, berdasarkan dari penelusuran wartawan, Jum’at (02/02/2024). Perkampungan yang letaknya kurang lebih 3 atau 4 kilometer dari jalan lintas Sumatera ini, memiliki kurang lebih sebanyak 45 kepala keluarga (KK), masih membutuhkan banyak perhatian dari pemerintah setempat.

Seperti halnya dunia pendidikan, karena jauhnya jarak dari Sitaul-taul ke SD Inpres Saba Dolok Desa Singengu yang dekat dengan pusat Kecamatan, tak ayal anak-anak yang masih mengenyam di bangku sekolah dasar harus libur sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Tak hanya itu, warga Sitaul-taul yang kesehariannya sebagian mencari nafkah dengan berkebun ini, harus merelakan anaknya pergi ke sekolah dengan diantar ojek sepeda motor, dan harus merogoh kocek sebagai pengeluaran tambahan.

Amri Lubis (38) salah seorang warga Sitaul-taul kepada wartawan mengaku karena jauhnya lokasi sekolah harus mengeluarkan dana tambahan untuk biaya anaknya pergi sekolah dengan menyewa jasa ojek mengantar anaknya ke sekolah.

“Untuk biaya jasa ojek sepeda motor mengantar anak saya sekolah ke Kotanopan itu untuk sepekannya sebesar 50 ribu rupiah untuk seorang anak, dimana anak saya yang sekolah itu sebanyak 2 orang, lain lagi untuk jajan anak sekolah.”ungkapnya

Terkadang lanjutnya, keduanya anaknya tidak pergi sekolah karena ketiadaan biaya, sementara dalam pengakuannya, Amri hanya bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya Salman (39), Dimana beliau menjelaskan dengan sulitnya ekonomi saat ini, untuk membiayai sekolah anaknya menjadi sangat berat, belum lagu mencukupi kebutuhan hidup lainnya.

“Saya sangat setuju dan berharap agar sekolah dasar yang ada di Sitaul-taul ini di aktifkan kembali. Dimana sudah kurang lebih 8 tahun sekolah itu tidak difungsikan.

Karena, apabila sekolah yang ada di perkampungan ini diaktifkan kembali, akan sangat membantu warga disaat ekonomi sulit ini.”sebutnya

Bayangkan saja sambungnya, dari biaya jasa ojek mengantar anak untuk sekolah itu saja, sudah sangat membantu kita untuk membeli sembako, khususnya untuk membeli beras.

Sementara itu korwil 8 Dinas Pendidikan Madina, Wahdeni ketika hendak di konfirmasi apa penyebab tidak diaktifkan sekolah dasar yang ada di perkampungan Sitaul-taul, yang bersangkutan tidak dapat dihubungi di nomor hp dan WhatsApp 08216697****.

Sedangkan Ketua DPRD Madina, H Erwin Efendi Lubis, SH ketika dikonfirmasi terkait permintaan warga Sitaul-taul menjawab pertanyaan wartawan mengatakan akan segera meminta dinas terkait untuk mengaktifkan kembali sekolah dasar tersebut.

“Mohon agar warga membuat surat permohonan untuk pengaktifan kembali sekolah tersebut agar kita perjuangkan ke dinas terkait.”tandasnya singkat. (007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *