Serunya Pembukaan Lubuk Larangan Gunung Tua Tonga

Daerah421 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (28/04) (Panyabungan) – Warga Gunung Tua Raya yang meliputi desa Gunung Tua Jae, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Julu, Gunung Tua Lumban Pasir dan Desa Iparbondar kecamatan Panyabungan kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Sumut hari ini sedang riang gembira pada acara pembukaan lubuk larangan sungai Ranto Puran yang terletak di desa Gunung Tua Tonga. Ke enam desa itu dulunya merupakan satu desa dan akhirnya dimekarkan belasan tahun yang lalu. Tidak dari ke enam desa itu banyak juga yang ikut serta meriahkan dan ikuti serunya lubuk larangan tersebut. Minggu, (28/04/2024).

Warga sangat antusias ikuti pembukaan lubuk larangan itu yang digelar tahunan ini. Acara yang dimulai pagi hingga sore nanti. Lubuk larangan itu boleh menggunakan alat penangkap ikan jala dan lainnya.

Mewakili ketua panitia, Kadek mes mengatakan kegiatan ini digelar setiap tahunnya.

” Lubuk larangan ini merupakan lubuk larangan anak yatim Gunung Tua Tonga dan selaku panitia lubuk larangan yang mengelola. Biasa setiap tahunnya lubuk larangan ini selalu gratis. Selalu ada donatur yang borong semua tiket masuk untuk semua peserta” ujarnya

Kadek mes mengatakan tiket masuk tahun ini diborong oleh pengusaha asal Gunung Tua Tonga yang sudah menetapkan di Kota Medan saat ini.

” Lubuk larangan ini memang tidak sepanjang sungai Ranto Puran hanya sebatas desa Gunung Tua Tonga, diluar itu desa lain juga punya lubuk larangan. Hanya sekitar 400 meter saja lubuk larangan ini” lanjut Kadek

Pantauan media, peserta lubuk larangan sangat antusias mengikuti. Banyak peserta menggunakan jala, mandehe ( Menangkap ikan memakai tangan- Mandailing red) serta durung ( jaring kecil).

Jenis ikan berupa Garing, ikan mas, siruan, cen-cen, nila, ikan mas dan jenis ikan lainnya.

Goeswara (40) salah satu peserta lubuk larangan mengatakan cukup puas dengan hasilnya.

” Terimakasih panitia, terimakasih juga kepada donatur tiket masuk. Semoga kegiatan ini bisa berlangsung setiap tahunnya” beber Goeswara

Menurutnya Goeswara acara ini merupakan kearifan lokal yang harus dibudayakan seterusnya.

” Para pecinta jala atau lainnya bisa menyatu di kegiatan ini. Serunya pembukaan lubuk larangan ini, diyakini nantinya warga Gunung Tua Raya pasti ikut menikmati gulai ikan, sebab warga saling memberi atau berbagi “timpalnya

Hingga terbit berita ini lubuk larangan anak yatim Gunung Tua Tonga masih berlangsung. (Bakti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *