Rusli Pulungan Dengarkan Keluhan CPPPK Saat Urus Berkas Surat Sehat di RSUD Panyabungan

Daerah1763 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (02/01)(Panyabungan) – Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di awal tahun 2024 mulai melakukan pemeriksaan kesehatan bagi Calon Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (CPPPK).

Jam pelayanan pemeriksaan kesehatan CPPPK ini di mulai pukul 08.30 – 15.00 WIB dari hari Senin hingga Sabtu. Dimulai hari ini Selasa tanggal 2 Januari 2024. Adapun kuota yang bisa dilayani per hari hanya 150 orang sesuai pengumuman yang tertera di ruang pemeriksaan RSUD Panyabungan.

Untuk besaran tarif di BLU RSUD Panyabungan mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Madina nomor 46 tahun 2019 dengan total yang dibayar sebesar Rp. 480.000.

Tarif ini sudah termasuk didalamnya biaya administrasi Rp. 50.000,-/ pasien, pemeriksaan kesehatan oleh Dokter Umum Rp. 30.000,-/ pasien, pemeriksaan kesehatan jiwa Rp. 200.000,-/ pasien dan biaya pemeriksaan narkoba Rp. 200.000.

Direktur BLU RSUD Panyabungan dr. Muhammad Rusli Pulungan ketika melakukan peninjauan kinerja bawahannya melayani peserta CPPPK tahun 2023 saat mengurus Surat Sehat Jasmani, Rohani dan Napza mengatakan tarif yang dikeluarkan masih tergolong murah dibandingkan daerah lain seperti Pasaman dan Tapsel.

“Saya rasa tarif yang kita bebankan kepada CPPPK saat ini masih tergolong murah dibanding daerah tetangga kita. Tarif yang kita keluarkan sesuai Perbup Madina nomor 46 tahun 2019,” kata Rusli Pulungan, Selasa (2/1/2024) sore.

Direktur BLU RSUD Panyabungan ini pun menyambangi para peserta CPPPK yang sedang antri. Rusli Pulungan terlihat bertanya tentang apa-apa saja kendala yang dihadapi saat melakukan pemeriksaan.

Dia pun meminta kepada staf agar CPPPK yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan dilayani dengan baik.

Terpantau, Ratusan CPPPK tahun 2023 berdatangan dan mengantri di RSUD Panyabungan untuk mendapatkan surat Sehat Jasmani, Rohani dan Napza sebagai persyaratan berkas CPPPK. Karena kuota dibatasi hanya 150 orang perhari, terpaksa sebagian peserta pulang dan besok datang lagi.

Salah satu CPPPK yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini mengatakan sudah melakukan antrian panjang mulai pagi, namun belum juga dapat panggilan hingga siang. Dia berharap proses pelayanan dilakukan secara profesional, mana yang lebih dahulu mendaftar itu yang didahulukan.

“Kalau terkait tarif itu tidak masalah karena saya lihat sudah ditempel didinding sesuai peraturan yang ada yang penting cepat selesai agar bisa kita urus berkas yang lain,” pungkasnya. (Joki Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *