Peserta Ujian PPPK 2023 di Madina Kecewa, Mereka Ungkap Beberapa Kejanggalan

Daerah2292 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (23/12) (Panyabungan) – Hasil kelulusan tahapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 jabatan fungsional tenaga teknis dan tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) pada Jum’at (22/12/2023) malam sudah diumumkan. Ironisnya, gelombang kekecewaan pun ramai disuarakan para peserta seleksi khususnya fungsional tenaga teknis dilingkungan Dinas Pendidikan.

Hari ini ratusan peserta yang merasa dirugikan berkumpul di belakang Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan untuk mengambil kesepakatan bersama langkah-langkah apa berikutnya yang akan dilakukan demi mendapat keadilan.

Dimana dalam pengumuman itu, hasilnya menunjukkan nilai Sertifikat Hasil Ujian dengan hasil yang diumumkan berbeda dan merugikan sebagian peserta yang sebelum mendapat nilai tinggi dianggap awalnya sudah lulus kenyataannya diumumkan nilai turun dan tidak lulus.

Hal ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial dan dikalangan keluarga peserta ujian.

“Paling tidak saya bisa masuk 30 besar, ternyata saat pengumuman tidak lulus,” kata salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya ini ke sejumlah awak media dilokasi, Sabtu (23/12/2023).

Guru honorer yang mengajar di sekolah dasar ini sebelumnya mendapat nilai 588, begitu juga salah satu guru honorer SMP 598 mendapat nilai lebih tinggi sesuai yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian PPPK tahun 2023 yang diterimanya.

“Kami berkumpul disini untuk meminta keadilan, mempertanyakan mengapa nilai kami yang tinggi semakin rendah saat diumumkan. Sementara kami lihat nilai yang jauh dibawah kami naik. Bagaimana cara hitung-hitungannya, itu yang kami pertanyakan,” ujar ibu guru honerer yang sudah lama mengabdi ini.

Dia bersama rekan-rekannya berharap untuk ditinjau kembali hasil pengumuman PPPK tahun 2023 ini.

Dihadapan awak media, mereka juga mengungkapkan ada peserta ujian yang lulus tapi sudah lama tidak mengabdi dan ada pula yang lulus PPPK tidak sesuai presedur tapi bisa lulus.

“Ada yang sudah lama tidak mengabdi, ada beberapa orang yang baru masuk tapi bisa lulus ujian PPPK. Buktinya pun sudah kita kumpulkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan KPSBDM Madina Abdul Hamid dan Kadis Pendidikan Madina Dollar Hafriyanto belum berhasil dimintai tanggapannya terkait dugaan adanya kecurangan dalam penentuan pemenang PPPK serta protes yang disampaikan oleh puluhan peserta. Nomor seluler dari dua pejabat ini tidak aktif. (Joki Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *