Musim Penghujan, Dinkes Madina Himbau Warga Waspadai DBD

Daerah603 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (06/12) (Panyabungan) – Tingginya curah hujan terutama di wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) dikhawatirkan akan semakin memudahkan nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menghimbau masyarakat untuk sama-sama meningkatkan kewaspadaannya dengan melakukan berbagai langkah pencegahan dan antisipasi sejak dini.

Apabila perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti sudah bertambah banyak, tentu potensi penularan penyakit DBD akan semakin besar.

“Ketahuilah penyakit DBD dan gejala awal penyakit DBD itu, dimana penyakit DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr. Muhammad Faisal Situmorang saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (6/12/2023) pagi.

Dokter Faisal menjelaskan gejala awal ketika terjangkit penyakit DBD adalah panas tinggi mendadak 2 sampai 5 hari, tubuh terasa lemas dan lesu, timbul bercak (bintik) merah pada kulit dan terasa nyeri pada ulu hati.

Dinkes Madina menghimbau kepada masyarakat jika menemukan anggota keluarganya atau orang lain yang menimbulkan tanda-tanda terjangkit DBD untuk segera membawanya ke puskesmas dan rumah sakit.

“Jika ditemukan penderita dengan gejala awal kasus DBD diharapkan agar segera dapat membawa penderita ke puskesmas dan rumah sakit terdekat,” himbaunya.

Dijelaskannya, Penyakit DBD ini tidak bisa diberantas hanya dengan melakukan pengasapan atau fogging saja. Selain itu masyarakat juga dianjurkan untuk meningkatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) berupa pembersihan selokan/got, tempat air/bak, air di dalam dan luar rumah agar terhindar dari jentik-jentik nyamuk.

“Tingkatkan gerakan 3M+ (3M Plus) yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas. Sekurang-kurangnya seminggu sekali, Plus memakai lotion anti nyamuk dan sejenisnya, tidur menggunakan kelambu, menabur bubuk larvasida/abate di wadah penampungan air,” tutur dr. M. Faisal Situmorang, Rabu (6/12/2023) pagi.

Kadis Kesehatan Kabupaten Madina ini juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memantau dan melaporkan jika ada indikasi demam ke arah DBD, sehingga bisa segera ditangani dan diobati.

Sebagai informasi, Penyakit DBD di Kabupaten Madina dari Januari 2023 hingga hari ini, 6 Desember 2023 terdapat 24 orang terjangkit DBD dan 22 orang dinyatakan sembuh, 2 pasien meninggal dunia. Namun saat ini ada 1 orang sedang dirawat inap dan 1 orang merupakan pasien yang baru masuk.

Berikut beberapa gejala umum dari penyakit DBD dikutip dari Dinķes Madina :

  • Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;
  • Nyeri kepala berat, nyeri, otot, dan tulang;
  • Nyeri pada bagian belakang mata;
  • Nafsu makan menurun, mual muntah;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening;
  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening; dan,
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit. (Joki Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *