Menangkap Inisial ‘P’ Dalam Kasus PETI Kotanopan Merupakan Gerakan Penegakan Keadilan

Daerah1157 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (23/03) (Panyabungan) – Beberapa waktu lalu, tersiar kabar dari media di Mandailing Natal tentang kabar seseorang yang berinisial ‘P’ tengah berusaha untuk kembali mengaktifkan kegiatan pembunuhan terhadap lingkungan hidup di Kotanopan atau dengan istilah baku yang sekarang kita kenal sebagai: “Pertambangan Emas Tanpa Izin”.

“Atas keserakahan si ‘P’ atau kita katakan saja si ‘Petruk’ ini, Kepala Kepolisian Sektor Kotanopan mengusir orang tersebut dari lokasi yang hendak ia jadikan kembali sebagai tempat membunuh lingkungan hidup dan makhluk hidup” Ungkap Farhan Donganta kades IMA Madina STAIN Mandailing Natal, Sabtu, (23/03/2024).

Menurutnya, dari hal tersebut kita kembali mengingat tentang aparat penegak hukum yang harus menegakkan hukum setegak-tegaknya dan pemerintah yang harus melayani rakyat dengan sebaik-baiknya, integritas mereka diuji dalam kondisi seperti ini.

“Apakah aparat penegak hukum ( APH) dan pemerintah kabupaten Mandailing Natal hanya dapat diam dengan keangkuhan seseorang yang berinisial ‘P’ dimana keangkuhan dan keserakahannya dapat merugikan rakyat Mandailing Natal” sambungnya

Dikatakannya lagi, Apabila aparat penegak hukum tetap diam tanpa menangkap orang tersebut maka kita sebagai rakyat tidak pantas lagi percaya pada aparat penegak hukum akan tetapi apabila yang terjadi adalah sebaliknya, dimana Kepolisian Resor Mandailing Natal dengan segala kekuatannya bergerak untuk menangkap ‘P’ maka hukum yang adil sedang menyertai jalan hidup Mandailing Natal.

“Perlu kita ketahui bahwa bukan hanya APH yang perlu kita dorong untuk bertindak, namun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal dengan segala kajiannya pun perlu diperhitungkan, Bupati Mandailing Natal dan Wakil Bupati Mandailing Natal yang hanya dapat diam, diam, dan diam kemudian lembaga legislatif Mandailing Natal yakni DPRD Mandailing Natal yang memiliki penyakit yang sama dengan Wakil Bupati Mandailing Natal yakni: membisu” lanjutnya

Dia berharap semoga mereka-mereka yang saya sebutkan tersebut dapat bergerak dan bekerja dengan semestinya.(Bakti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *