Masyarakat Pantai Barat Minta Tuan Bharon Maju Jadi Calon Bupati Madina

Daerah206 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (15/05) (Panyabungan) – Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia akan segera digelar. Sudah berjalan pada tahapan pendaftaran di partai politik sebagai perahu penghantar calon. Kontestasi akan segera digelar ditandai banyaknya jargon-jargon meyakinkan masyarakat untuk meyakinkan. Termasuk di kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Sumut.

Bisa dipastikan setiap warga di suatu daerah menginginkan pemimpin yang bijaksana dan dekat dengan masyarakatnya. Pemimpin yang Arif dan bijaksana tahu dengan kemauan serta keinginan masyarakat sendiri. Tanpa ada permintaan atau keluhan masyarakat sudah tahu apa yang diharapkan masyarakatnya. Tidak ada kesenjangan untuk membangun suatu daerah dan menerapkan pemerataan.

Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) salah satu kabupaten yang ikut menggelar pesta demokrasi lima tahunan. Masyarakatnya dipastikan menginginkan pemimpin yang lebih baik seperti masyarakat daerah-daerah lain.

Mandailing Natal merupakan daerah terujung di provinsi Sumatera Utara ( Sumut) yang berbatasan langsung provinsi Sumatera Barat ( Sumbar). Kabupaten Mandailing Natal diketahui luas 6.134,00 km² dengan 23 kecamatan dan 377 desa, 27 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 480.911 jiwa.

Cukup kaya kabupaten Mandailing Natal daerahnya ditandai dengan kekayaan alam yang melimpah meliputi kekayaan laut, darat serta pertambangan emas. Kekayaan itu bisa dinikmati masyarakat jikalau dikelola oleh pemimpin yang tepat.

Masyarakat Mandailing Natal ada istilah Masyarakat Mandailing Julu, Masyarakat Pantai Barat ( Natal sekitarnya yang berbatasan langsung dengan laut ). Jarak tempuh Ibu kota kabupaten Mandailing Natal dengan pantai barat sekitar 5-6 jam perjalanan.

Masyarakat Pantai barat menginginkan sosok pemimpin yang dekat masyarakat dan merupakan tokoh yang lahir di Pantai Barat.

Salah masyarakat Pantai Barat, Buyung Undang (45) menginginkan Tokoh terbaik dari daerahnya ikut kontestasi di Pilkada Madina tahun ini.

” Kami ingin kemajuan pantai barat kedepannya, kami meyakini daerah kaki salah satu daerah penghasil pendapatan asli daerah ( PAD) untuk kabupaten Mandailing Natal ditandai banyaknya areal perkebunan di pantai barat” ungkapnya kepada media ini, by WhatsApp, Rabu, (15/05/2024).

Dikatakan juga, sudah saatnya dari daerah ikut kontestasi pilkada Madina. Mereka para warga pantai barat sepakat memajukan Shafron S.Psi atau lebih dikenal akrab Tuan Bharon.

” Tuan Bharon tepat pimpinan Madina kedepannya. Tuan Bharon sendiri kita ketahui merupakan tokoh yang sudah dikenal di kabupaten. Dia ahli lobi dan mediasi, hal itu diyakini bisa membawa perubahan untuk Madina” lanjutnya

Senada dengan masyarakat Pantai Barat yang berdomisili di Naya, Ikbal/Bob Nata Cakara juga mengatakan hal yang sama untuk mengusung dan mendukung tuan Bharon maju di Pilkada Madina.

” Dia ( Tuan Bharon) tepat pimpinan Madina, bukan karena dia putra pantai barat tapi kami menilai dia sangat tepat. Jiwa sosial dan kepeduliannya kita apresiasi. Mengapa kami tuan Bharon jadi bupati Madina? Dikarenakan dia kami yakini bisa membawa aspirasi pantai barat kearah pembangunan yang merata. Mari kita gaungkan kesediaan dia maju di Pilkada Madina ” timpalnya

Sementara Shafron S.Psi dikonfirmasi by WhatsApp kesediaan dan ketertarikan maju di Pilkada Madina setelah masyarakat Pantai Barat mengusulkan mengatakan siap dan mau.

Dikatakan pria disapa akrab Baron itu mengatakan siap dan mau.

Dijelaskannya Bharon, Dari 33 Kabupaten/kota yg ada di Sumut, Kabupaten Madina termasuk memiliki sumber daya manusia alam (SDA) yang melimpah dibanding Kabupaten lainnya. Namun semua SDA ini tidak membawa berkah bagi masyarakatnya.

“Kita mempunyai lahan yg subur, perkebunan yg luas, di dalam tanah mengandung sumber mineral bernilai ekonomi tinggi, namun tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat yg signifikan.” Lanjutnya

Tuan Baron juga menjelaskan, sejak terbentuknya kabupaten Madina sudah puluhan ribu H.A lahan dilepas oleh pemerintah kabupaten (pemkab) Madina untuk perkebunan maupun pertambangan, namun semuanya itu belum membawa berkah bagi rakyat nya.

“Kepemimpinan Bupati Madina kedepan harus mampu membuat kebijakan politik agar semua SDA ini bisa memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya secara berkeadialan.nah, itulah sesungguhnya Trisakti yg diajarkan oleh bung Karno, jikalau saya diinginkan masyarakat maju di Pilkada Madina, hal-hal itulah yang saya terapkan nantinya” tandasnya. (Bakti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *