Hati Hati Dengan Penjilat Lain Di Bibir Lain Di Hati.

Ragam327 Dilihat

Oleh :Todung Mulya Lubis

MNC Trijaya Mandailing Natal (12/04) (Mandailing Natal) – Dalam birokrasi pemerintahan maupun di instansi lainnya salah satu tantangan terbesar bagi seorang pemimpin bukan hanya menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi juga bagaimana ia menghadapi lingkungan di sekelilingnya.

kapolresmadina kapolsekMBG kapolseksiabu kapolskbatahan

Banyak Pemimpin yang jatuh bukan karena serangan dari lawan politik atau kebijakan yang buruk, tetapi karena mereka dikelilingi oleh para penjilat dan pemuji yang hanya ingin memuluskan kepentingan pribadi mereka dan mereka itu kebanyakan tidak tulus melainkan lain Di BIBIR lain Di HATI.

Fenomena ini semakin marak terjadi di berbagai tingkatan pemerintahan maupun di instansi lainnya  mulai dari pusat hingga daerah. Para penjilat dan pemuji ini sering kali bukanlah orang-orang yang kompeten atau memiliki dedikasi tinggi terhadap kepentingan publik, melainkan mereka yang hanya ingin mempertahankan posisi, memperoleh keuntungan materi, atau mendapatkan promosi dengan cara yang tidak sehat dengan kata lain menghalalkan segala cara.

Pejabat maupun Bupati ,Wali kota,Gubernur dan Presiden’ yang dikelilingi oleh penjilat sering kali hanya menerima laporan yang bagus-bagus saja. Realitas di lapangan yang sebenarnya buruk ditutupi agar pemimpin tetap merasa puas. Akibatnya, kebijakan yang diambil bisa tidak tepat karena didasarkan pada informasi yang tidak akurat.

Penjilat pada hakikinya kebanyakan  hanya mencari keuntungan pribadi cenderung mengabaikan kebutuhan masyarakat dan tidak memberikan manfaat bagi rakyat luas.
Penjilat hatinya busuk dan pikirannya kotor.

Kebiasaan para penjilat  selalu angkat telor dan  citranya seolah-olah dalam  pemerintahan berjalan baik dan pemimpin telah melakukan banyak hal hebat. Mereka mengatur berita di media, mengelola citra di media sosial, dan menampilkan laporan penuh prestasi yang belum tentu sesuai dengan kenyataan. Akibatnya, pemimpin bisa kehilangan kontak dengan realitas sebenarnya.

Dalam lingkungan yang penuh dengan penjilat, praktik korupsi dan nepotisme menjadi lebih mudah berkembang. Orang-orang yang dekat dengan pemimpin memanfaatkan kedekatan tersebut untuk mendapatkan proyek, jabatan, atau keuntungan lainnya, sementara pegawai yang jujur dan bekerja dengan baik malah tersingkir.

Islam telah memperingatkan bahaya dari orang-orang yang hanya berbicara manis tetapi memiliki niat buruk. Allah SWT berfirman:

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan ia bersaksi kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras,Qur’an Surat  Al-Baqarah: 204.

“Jika kalian melihat ada orang yang suka memuji-muji orang lain, maka taburkanlah tanah ke wajahnya,Riwayat HR. Muslim.

Hadis ini menunjukkan bahwa pujian yang berlebihan adalah sesuatu yang berbahaya, baik bagi pemimpin yang menerimanya maupun bagi pemuji itu sendiri.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *