MNC Trijaya Mandailing Natal (22/12) (Ragam) – Sustainable Development Goals_ (SDGs) 2030 mencanangkan tujuan pembangunan berkelanjutan terkait akses air minum adalah pemenuhan akses air minum universal untuk seluruh masyarakat dengan memenuhi kriteria sebagai air minum yang berkualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan dapat diakses setiap saat dibutuhkan, dan memenuhi standar kesehatan. Namun di Indonesia sendiri persoalan mengenai akses terhadap air minum layak masih menjadi tantangan besar, walaupun pada tahun 2018 akses air minum layak di Indonesia sudah mencapai 87,75% dari populasi, namun yang bisa menikmati akses perpipaan baru sekitar 20,14% yang artinya sekitar 67,61% dari masyarakt belum menikmati akses perpipaan walaupun sudah terdapat akses terhadap air minum yang layak. Berdasarkan permasalahan tersebut, muncullah program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Program PAMSIMAS merupakan salah satu program Pemerintah untuk meningkatkan akses jumlah warga miskin perdesaan yang dapat terlayani perbaikan pelayanan serta fasilitas air minum dan sanitasi serta untuk meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat menggunakan pendekatan partisipasi masyarakat. Dengan mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki setiap desa, maka dapat merasakan perubahan kehidupan yang lebih baik dan mencapai kesejahteraan hidup. Program PAMSIMAS mengedepankan peran serta masyarakat dalam pembangunan, program ini membuktikan bahwa prndekatan tersebut efektif untuk menjawab persoalan air bersih pedesaan.
Partisipsi masyarakat pada program ini terlihat mulai dari tahap awal. Contohnya pada tahap perencanaan partisipasi masyarakat dibutuhkan agar program ini berjalan tepat sasaran dengan keputusan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Pada tahap ini masyarakat sangat diperlukan karena masyarakat yang lebih paham tentang kondisi lapangan dan kebutuhan. Melalui forum diskusi desa, masyarakat bisa menyampaikan kritik, usulan, dan pendapat sesuai dengan kondisi yang ada. Keterlibatan masyarakat pada tahap ini sangat efektif, hal ini didukung oleh hasil penelitian dari Sufriadi,2021 yang menunjukkan bahwa ketika masyarakat diikutsertakan sejak awal, program tidak hanya lebih adaptif terhadap kondisi lokal, tetapi juga membangun rasa kepemilikan terhadap sarana yang akan dibangun. Jika masyarakat sudah memiliki rasa kepemilikan terhadap sarana tersebut, maka partisipasi masyarakat pada tahap pelasanaan tidak akan berhenti. Pada tahap pelaksanaan masyarakat akan terus memberikan pendapat mereka, bahkan bisa saja komunitas masyarakat memberikan kontribusi tenaga bahkan dana sebagai bentuk keterlibatan nyata dari masyarakat. Keterlibatan masyarakt pada tahap pelaksanaan menjadi faktor penting agar pembangunan selesai sesuai dengan jadwal.
Keberhasilan proyek PAMSIMAS juga bergantung pada aktor-aktor lokal seperti tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan Lembaga masyarakat. Tokoh-tokoh inilah yang akan menjadi penggerak utama partisipasi, karena merekalah yang akan berperan besar untuk mengajak warga untuk hadir dalam diskusi agar mereka memahami manfaat dari program tersebut. Selain itu administrasi dan dukungan teknis dari pemerintah juga menjadi salah satu faktor keberhasilan dari program PAMSIMAS ini, dukungan dari pemerintah inilah yang akan membantu masyarakat dalam memperoleh informasi, pendampingan serta akses kemitraan yang diperlukan. Karena itulah sinergi antara masyarakat dengan pemerintah sangat diperlukan, karena tanpa sinergi dari masyarakat dan aktor pendukung forum tidak akan berjalan dengan efektif.
Jika langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten, PAMSIMAS tidak hanya akan menghasilkan sarana air minum dan sanitasi yang berfungsi, tetapi juga melahirkan masyarakat yang lebih berdaya, lebih peduli, dan lebih siap mempertahankan kualitas hidupnya. Kini saatnya semua pihak—pemerintah daerah, desa, dan masyarakat—menyadari bahwa keberhasilan program ini sepenuhnya ditentukan oleh kemauan untuk terlibat. Tanpa partisipasi, PAMSIMAS hanya menjadi proyek; tetapi dengan partisipasi, PAMSIMAS berubah menjadi gerakan bersama untuk masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.(Kel)
Penyusun :
Nama: Muhammad Iqbal Hasibuan
Nim:123470033
Nama: Emil Rohmaningtyas
Nim:123470016
Nama: Gusti Ayu Harismanita
Nim:123470009
Prodi Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu
Fakultas Teknologi Infrastruktur Dan kewilayahan
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA



