Wakil Bupati Madina Tidak Bisa Berantas PETI Kotanopan

Daerah1550 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (03/04) (Panyabungan) – Muhammad Salman Rais, salah seorang tokoh muda dari Mandailing Julu mempertanyakan terkait sikap Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi tentang pemberantasan Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Kotanopan. Hal ini disampaikan olehnya ketika membandingkan sikap Wabup Madina ini beberapa tahun lalu.

“Kalau dibandingkan dengan sikap Bu Atika beberapa tahun lalu harus kita pertanyakan ada apa dengan Ibu Wakil. Padahal kalau dilihat dari lokasi PETI ini cukup dekat dengan rumah beliau, kurang lebih satu kilo dan bisa dilihat langsung,” ungkap Salman.

Salman menjelaskan, dirinya menduga Wakil Bupati Madina tahu kegiatan PETI ini. Namun enggan melakukan penertiban, sehingga para pelaku PETI seolah-olah merasa besar kepala dan tak takut akan konsekuensi hukum. Karena itu, Salman meminta Wakil Bupati sebagai putri asli Kotanopan untuk bersikap lebih tegas.
“Seharusnya Wakil Bupati bersikap lebih tegas dan acuh terhadap kampung halamannya. Ini juga akan berdampak kepada rumah keluarga Wakil Bupati yang lokasinya berdekatan dengan kawasan PETI ini,” tegas Salman.
Sementara itu, dalam rapat koordinasi Penanganan Penambang Tanpa Izin (PETI) di Mapolres Madina, Rabu (3/4/2024) tadi, Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi menegaskan dirinya tak pernah menerima apapun bahkan membekingi para pelaku PETI.

“Di sini saya tegaskan, saya tidak pernah menerima ataupu membekingi PETI di Kotanopan. Sebenarnya saya juga takut, bisa saja terjadi bencana yang tidak kita duga-duga. Hanya tinggal menunggu waktu saja,” ungkap Atika disela-sela Rakor.
Atika pun mengatakan, dirinya sebenarnya risih dan sudah melakukan seluruh langkah-langkah untuk pemberantasan PETI di kampung halamannya. Namun diakuin Atika, penanganan PETI ini memang membutuhkan kerjasama semua pihak.

“Atas nama Pemkab Madina, saya siap bekerjasama dengan Pak Kapolres berantas PETI di Kotanopan. Saya juga minta seluruh kepala OPD terkait serta Camat untuk siap kapanpun melakukan diskusi dan tindakan persuasif,” ujarnya. (Bakti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *