Permasalahan PETI Kotanopan Cukup Chaotik

Daerah1639 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (04/04) (Panyabungan) – Akan tercipta keserakahan jika ilmu tentang etika lingkungan kurang dan berlebihan ilmu kapitalisme menjadikan orang-orang yang seharusnya bekerja demi rakyat malah menjadi pihak yang paling serakah.

” Keserakahan ini harus segera dihentikan, izin pertambangan rakyat ( IPR) termasuk tambang emas yang berada di kelurahan Kotanopan, kecamatan Kotanopan harus segera diperjuangkan jika Forkopimda Mandailing Natal ( Madina), Sumut tidak menginginkan kepercayaan publik menurun deras pada mereka. Adalah sebuah kekeliruan habis-habisan jika hal ini tetap dibiarkan, karena dampak dari permasalahan ini adalah kerusakan lingkungan dan ketidakstabilan ekonomi” Ungkap Farhan Donganta Kader IMA Madina STAIN Mandailing Natal kepada media ini, Kamis, (04/04/2024).

Dijelaskan Farhan, permasalahan ini cukup chaotic ( kacau) akan tetapi melalui Kepala Kepolisian Resor Mandailing Natal yang telah dengan berani mengucapkan adanya dalang dibalik penambang emas tanpa izin (PETI) ini dan mendorong pemerintah kabupaten Mandailing Natal untuk mencari solusi serta mendorong adanya tindakan persuasif dari Forkopimda adalah sudah cukup menjelaskan kepada kita bahwa dalam hal ini, kepolisian resor Mandailing Natal menunjukan jati diri dari institusi kepolisian yang sebenarnya, bukan bermaksud menjilat atau apapun, tapi kenyataan yang seperti ini adalah kenyataan yang perlu dibela dan didukung serta didorong untuk menimbulkan kenyataan-kenyataan baru yang harus diciptakan demi Madina yang Madani.

“Keseimbangan antara ekonomi dan ekologi adalah hal yang perlu dijaga, negara negara Skandinavia menjadi negara yang maju dikarenakan mereka menghargai hasil bumi dan mampu menjaga keseimbangan antara lingkungan hidup dan kebutuhan hidup. Sudah seharusnya hal yang sama kita terapkan di Mandailing Natal dimana kita menjaga dan merawat sungai bukan hanya memenuhi hasrat dari seorang yang kaya yang terlihat cenderung memperalat warga akan tetapi kita harus menjaga dan merawat sungai dimana sungai adalah salah satu dari sekian banyak sumber penghidupan tanpa sungai yang bersih sawah-sawah rakyat akan menjadi korban dari keganasan operasi pembunuhan lingkungan hidup yang dinilai timpang dan hanya memikirkan nilai ekonomis tanpa mempertimbangkan nilai ekologis” lanjutnya

Lebih jelasnya dikatakan Farhan, etika lingkungan perlu digaungkan habis-habisan untuk mengucapkan bahwa pada dasarnya antara manusia dengan hutan, antara manusia dengan sungai, dan antara manusia dengan lingkungan adalah saudara kandung yang saling menjaga dan pada dasarnya bukan alam yang membutuhkan manusia tapi manusia yang membutuhkan alam, hal itu perlu kita ketahui sebagai pegangan awal kita untuk menjaga dan merawat lingkungan hidup di Mandailing Natal maka dari itu Forkopimda Mandailing Natal harus selalu diingatkan agar mereka tidak lupa dengan amanah mereka sebagai pemimpin bukan pemimpi.

“Pun kita perlu mengingatkan Kepala Kepolisian Resor Mandailing Natal bahwa beliau harus tegas dalam menindak nama-nama yang bersemayam dalam kantong beliau, nama-nama itu bukan lagi nama-nama manusia biasa melainkan manusia bejat yang harus ditindak dengan hal yang setimpal yang telah dia lakukan terhadap lingkungan hidup di Kotanopan” timpalnya

Harap Dia, Polres Madina segera ungkap dan tangkap pelaku tambang ilegal itu. (Bakti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *