oleh

Poldasu Tunda Gelar Perkara Terkait Dugaan Pungli 10 Juta Perkepala Desa Di Madina

MNC Trijaya Mandailing Natal (13/10)(Medan ) – Sesuai surat Kepala Kepolisian Polisi Daerah Sumatera Utara Nomor : B/4355/X/RES.7.5./2021/Ditreskrimsus tanggal 07 Oktober 2021, perihal pelaksanaan gelar perkara dan ditindaklanjuti Polres Mandailing Natal (Madina) melalui Sat Reskrim dengan surat nomor : B/1939/X/RES.7.4./2021/Reskrim.

Mengundang Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Madina, Abdul Khoir Nasution, SH, Kepala Desa Sibaruang, Nasron Efendi Hasibuan dan Amarson Nasution untuk gelar perkara di Poldasu pada hari Senin 11 Oktober 2021 sekira pukul 10.00 wib diruang Bagwassidik Ditreskrimsus Poldasu Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 No. 60 Medan. Ternyata acaranya ditunda.

ptsmmhutmadina

Hal itu diutarakan Ketua DPD PSI Madina, Abdul Khoir Nasution kepada MNC Trijaya Madina di sekretariat DPD PSI Madina Jalan Williem Iskandar Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan, Rabu (13/10/2021) sore, usai beliau setiba pulang dari Medan.

Dalam keterangannya, Ketua DPD PSI Madina menjelaskan, sesampainya di Poldasu pada hari senin 11 Oktober 2021 lalu sekira pukul 10.30 wib. Rombongan DPD PSI Madina yang saat itu didampingi oleh tim kuasa hukum dari DPW PDI Sumut, tidak ada menjumpai lagi orang yang sedang rapat di ruangan Bagwassidik Ditreskrimsus Poldasu.

“Saya dan rombongan yang tiba di tempat yang disebutkan oleh surat undangan merasa heran dan kecewa karena, karena tidak ada lagi menemukan siapa-siapa di ruangan itu”.ceritanya

Dan lanjutnya, kemudian saya menelepon Kades Sibaruang, Nasron Efendi Hasibuan yang juga mendapat undangan gelar perkara, sama halnya dengan saya. Dan saya bertanya posisi beliau dimana, ia menjawab bahwa dirinya sudah di jalan mengarah kembali pulang ke Kabupaten Madina.

Lalu saya kembali bertanya, bagaimana mengenai acara gelar perkara, saya sudah sampai di Poldasu tepatnya di ruang aula Ditreskrimsus sesuai surat undangan. Dia menjawab, karena PSI tidak hadir, gelar perkara ditunda dan diarahkan ke Polres Madina. 

Saat saya kembali bertanya jam berapa mulai acaranya. Kades Sibaruang, Nasron Efendi Hasibuan menjawab,  acara di mulai sekitar jam 09.00 wib secara singkat.

Kuasa Hukum DPW PSI Sumut, Rio Darmawan Surbakti, SH kepada MNC Trijaya Madina menanggapi hal ini menyampaikan, bahwa kami sangat apresiasi kepada kepolisian daerah Sumut, dikarenakan Dumas dari klien kami yakni ketua DPD PSI Madina terkait dugaan pungli yang dilakukan oknum pejabat pemkqb Madina ditanggapi untuk dilakukan gelar perkara.

kan tetapi imbuhnya, sangat disayangkan, ketika kami hadir, gelar perkara tersebut sudah selesai dan setelah kami mempertanyakan kepada pihak Ditreskrimsus hasil dari gelar tersebut seperti apa ?. Pihak dari Ditreskrimsus menjelaskan untuk info lebih lanjut akan disurati

“Memang dalam hal ini kami ada kesalahan dikarenakan telat menghadiri gelar perkara dari yang dijadwalkan. Akan tetapi, seharusnya pihak dari Ditreskrimsus juga menginformasi kepada klien kami, kan disini pelapornya klien kami dan surat gelar perkara tersebut timbul dikarenakan dumas dari klien kami ?”.ujarnya penuh tanya

Tetapi tambahnya, kami tetap percaya kepada pihak Ditreskrimsus Polda Sumut dalam menangani kasus ini secara profesional, sebagaimana slogan yang telah digagas bapak Kapolri Komjen listyo Sigit Prabowo Yakni “presisi” prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan.

Dalam pemberitaan MNC Trijaya Madina sebelumnya, undangan gelar perkara dari Poldasu ini, terkait adanya surat pengaduan masyarakat (Dumas) yang dilayangkan DPD PSI Madina ke Kejaksaan Negeri Madina dengan tembusan DPP PSI di Jakarta, DPW PSI Sumut, Kejatisu, Poldasu dan KPK di Jakarta nomor : 034/A/PSI-MN/XI/2021 tanggal 14 September 2021 lalu perihal laporan indikasi pungli 10 juta perkepala desa yang diduga dilakukan Bupati Madina melalui oknum PNS/ASN. (007)

Komentar

News Feed