oleh

Erick Thohir Kunjungi Alwashliyah Ormas Islam Terbesar di Sumut

MNC Trijaya Mandailing Natal (21/05) (Medan) –  Menteri BUMN Erick Thohir mengajak keluarga besar Al Washliyah Sumatera Utara merajut pondasi ekonomi keummatan dan kerakyatan.

“Insya Allah kehadiran saya hari ini di PW Al Washliyah Sumut dengan kerendahan hati kami ingin membantu merajut pondasi ekonomi kerakyatan dan tidak kalah pentingnya keummatan,” ujarnya saat berkunjung Ormas Islam terbesar di Sumut sekaligus Temu ramah bersama Alim Ulama dan keluarga besar Al Washliyah Sumut, di pelataran kantor PW Al Washliyah Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (20/5/2022).

ptsmmhutmadina

Di hadapan Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, Rektor UMN Al Washliyah Hardi Mulyono, Rektor Univa Medan HM Jamil, pengurus Al Washliyah Sumut, PD Al Washliyah se-Sumut dan keluarga besar Al Washliyah, Erick Thohir menambahkan, kita harus menjadikan keseimbangan ekonomi menjadi sebuah keharusan. Jangan sampai masyarakat muslim terbesar di Indonesia hanya menjadi buih bukan menjadi ombak yang memiliki dorongan yang besar bersama-sama dan tidak sendiri-sendiri, tercerai berai.

“Sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, saya hari ini terus mengawal bagaimana keseimbangan ekonomi umat harus menjadi pertumbuhan ekonomi nasional. Tetapi tidak bisa berdiri sendiri harus sama-sama, BUMN nya bekerja, masyarakatnya juga, kita merajut untuk membangun kesejahteraan bersama,” harapnya.

Dia juga menyebutkan, Kementerian BUMN saat ini hadir di pondok pesantren dan perguruan tinggi untuk memastikan bahwa Kementerian BUMN dan BUMN nya turut membantu ekonomi keummatan.

“Alhamdulillah kita bisa lihat bagaimana kita sudah menggabungkan bank syariah milik BUMN yakni BRI Syariah, BNI Syariah dan Mandiri Syariah berdiri sendiri, tapi sekarang menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI), yang merupakan pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, kita punya bank syariah yang masuk dalam 10 besar di Indonesia yaitu nomor 7 besar denga total aset Rp360 Triliun,” kata dia.

Hal ini dilakukan karena kegundahan, kegalauan melihat bagaimana ekonomi keummatan sekarang ini.

Kita masyarakat muslim terbesar tetapi ketika berbicara tentang industri halal, Indonesia tidak masuk 10 besar yang mana negara-negara tersebut adalah Taiwan, Brazil, Amerika dan lainnya. Tanpa menyalahkan siapa-siapa, kita harus mengintrospeksi diri kenapa negara muslim yang besar tetapi produksi industri halalnya tidak masuk 10 besar dunia,” ungkapnya.

Karena itu, Erick Thohir menugaskan BSI untuk membangun ekonomi keummatan bagian menciptakan muslim preuner bekerja sama dengan pondok pesantren dan pendidikan keislaman untuk menjadi Mercu suar peradaban yang harus dibangun serta bagaimana industri halal harus menjadi keseimbangan untuk ekonomi Indonesia.

“Nanti pak Dedi saya kenalkan dengan BSI, karena ditugaskan untuk memastikan industri halal, kita bisa bangkit dan menjadi kebutuhan nasional tidak mengimport barang dari negara lain, yang kata nya sebagai negara muslim terbesar di dunia,” katanya.

Sumber : kliksumut.com

Komentar

News Feed