oleh

DPP IMMAN Gelar Kaderisasi Gelombang I

MNC Trijaya Mandailing Natal (09/10) (Padangsidimpuan) – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP IMMAN) menggelar Latihan Kaderisasi Dasar (LKD) Gelombang I, selama 2 hari bertempat di MIN 2 Padangsidimpuan Jln. Tengku Rizal Nurdin Pal-IV Padangsidimpuan

Ketua Panitia M. Alwi Siregar dalam laporannya menyatakan jumlah peserta sebanyak 72 orang, merupakan mahasiswa/i berasal dari Mandailing Natal dan pelaksanaan kaderisasi sejak hari ini sampai Minggu sore (09/10).

ptsmmhutmadina

“Untuk saat ini, rekruitmen PATARU (Penerimaan Anggota Baru) yang mengikuti kaderisasi, kita fokuskan mahasiswa/i Madina yang sedang menimba ilmu pada Universitas Islam Negeri Syahada Padangsidimpuan dan tergabung dalam Komisariat IMMAN” jelasnya.

Kaderisasi IMMAN kali ini, kata Alwi mengusung tema Transformasi Gerakan untuk Generasi Kritis dan Militan. Sedangkan untuk pemateri adalah para senior/alumni IMMAN, dosen, praktisi, aktivis, polri dan pejabat pemerintahan dan topik yang disampaikan terangkum dalam silabus baku organisasi.

Ketua Umum DPP IMMAN Miftahul Khoir menyatakan, kaderisasi ini kegiatan rutin yang sudah termaktub dalam Proker (program kerja) untuk meningkatkan kwalitas dan kwantitas organisasi IMMAN.

“IMMAN akan terus eksis mengepakkan sayap kaderisasi. Setelah dibaiat, para anggota IMMAN baru resmi terlibat dalam berbagai kegiatan” ujarnya.

Tujuan kaderisasi ini, ujar putra Kec Sinunukan ini adalah rekrutmen anggota baru untuk peningkatan kwantitas, pemahaman konstitusi organisasi, penanaman nilai dasar dan doktrin organisasi. Kemudian menganalisis persoalan dengan pespektif kritisme, upaya menjalankan proses pembinaan, penjagaan, dan pengembangan anggota, selanjutnya mengembangkan, skill dan knowledge anggota agar semakin kontributif, menyediakan sarana untuk pemberdayaan potensi anggota, mengevaluasi dan melakukan mekanisme kontrol organisasi

Secara terpisah, Ketua MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi) IMMAN Al-Hasan Nasution menyatakan tugas mahasiswa bukan hanya belajar di kampus, namun harus dibarengi belajar keorganisasian untuk bekal meraih cita-cita masa depan. Tentu pintu gerbang untuk masuk organisasi yang bernafaskan intlektualisme harus melewati kaderisasi baik secara formal dan informal.

“Kaderisasi adalah roh organisasi yang bertransformasi menjadi gerakan yang responsif dan agressif. Mahasiswa jangan hanya D3 (datang, duduk dan diam) di kampus. Namun harus lebih peka dan solutif menyikapi persoalan, baik internal dan eksternal kampus” ujar Al-Hasan yang mantan Presiden Mahasiswa STAIN (sekarang UIN) Padangsidimpuan ini. (009)

Komentar

News Feed