oleh

Dampak Kasus PLTP Sorik Marapi, Ini Kata Dirjen EBTKE dan Dirut Geo Dipa Energi

-Nasional-174 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (13/02)(Jakarta)-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyataan bahwa kasus yang terjadi di pembangkit listrik tenaga panas bumi Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara terjadi karena pengembang lalai dalam aspek-aspek yang mendasar.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana menuturkan bahwa kejadian kebocoran gas tersebut terjadi karena adanya kelalaian dari manajemen PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).
Menurut Dadan, masyarakat tidak disosialisasikan terkait dengan jadwal pengetesan sumur. Selain itu, PT SMGP tidak memiliki alat komunikasi dan alat pendeteksi yang memadai.
Lebih lanjut Dadan mengungkapkan petugas keamanan yang seharusnya memastikan untuk memantau masyarakat yang berada di daerah rawan yang berjarak 300 meter dari sumur tidak dibekali alat komunikasi. Oleh sebab itu, mayoritas korban meninggal dunia berada di radius 300 meter dari sumur.“Seperti ini penyebabnya itu quote on quote urusan mendasar yang menurut saya seharusnya ini tidak perlu terjadi,” katanya dalam sebuah webinar Dampak Kecelakaan Kasus Sorik Merapi dan Keberlangsungan Kedaulatan Energi Bersih di Indonesia, Rabu (10/2/21).Saat ini, Kementerian ESDM telah memberikan sanksi pada tingkatan penghentian sementara untuk PLTP Sorik Marapi. Penghentian itu termasuk aktivitas pembangkit yang sudah beroperasi dengan daya 45 MW, pengeboran di sumur lain.Sementara itu, Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengatakan bahwa dalam kegiatan pengetesan sumur, aturan atau standard operating procedure yang berlaku sudah berlaku di seluruh wilayah kerja panas bumi.
Menurut Riki, pihaknya mengelola WKP Dieng dan Patuha yang terletak berdampingan dengan wilayah wisata. Untuk itu, aspek keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas.
“Kita akui tantangan itu. Betapapun hebat SOP- nya, budaya perusahaan dan leadership menjadi hal yang sangat esensial dalam mencapai excellent operasional sekaligus zero accident. Geothermal adalah Sumber daya Energi baru terbarukan masa depan, jangan ditentang pembangunannya, mari kita dukung pengembangannya”, pungkas Riki. (13/02)(Bakty Wijaya).

Sumber : RuangEnergi.com

Komentar

News Feed