oleh

Usai HMI, Kini Massa PMII Unras Ke DPRD Madina Terkait Penolakan Kenaikan BBM

-Daerah, Ekonomi-320 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (12/09) (Panyabungan) – Usai Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan aksi unjukrasa penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari yang lalu. Hari ini, Senin (2/09/2022) hal serupa juga dilakukan oleh Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke gedung DPRD Madina.

Dalam aksinya, puluhan massa PMII menyatakan dengan tegas meminta kepada perwakilan rakyat, melalui Ketua DPRD Madina untuk meneruskan tuntutan mereka ke pemerintah pusat terkait penolakan kenaikan harga BBM yang dinilai telah mencederai hati masyarakat kecil.

ptsmmhutmadina

Ketua PMII Kabupaten Madina, Ali Musa dalam orasinya membacakan tuntutan massa PMII Madina menolak dengan tegas kebijakan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Hari ini, kami menyampaikan tuntutan kami agar bisa Bapak-bapak teruskan ke pemerintah pusat bahwa kami PMII Madina menolak dengan tegas kebijakan naiknya BBM. Apa daya kami, sebagai anak-anak petani. Bahkan biaya angkutan untuk adik-adik kami pun semakin tinggi,” ujar Ali dalam orasinya.

Lalu Ali Musa juga menceritakan bagaimana kesusahan masyarakat sebelum naiknya BBM. Dia mencontohkan, masyarakat Madina khususnya yang mayoritas petani saat ini masih merangkak untuk bangkit usai pandemi.

Namun lanjutnya, dengan adanya kebijakan naiknya harga BBM ini, membuat masyarakat di Madina semakin terpuruk.

“Bapak Ibu kami mayoritas petani. Harga BBM naik, tapi harga hasil kebun semakin turun. Harga karet saja, sekarang hanya sepuluh ribu, bisa beli apa diharga segitu”.kesahnya

Pantauan media, aksi mahasiswa PMII Madina ini disambut langsung oleh Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, SH didampingi Kapolres Madina, AKBP HM. Reza Chairul AS, SIK, SH, dan beberapa anggota DPRD Madina lainnya dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Madina serta aparat TNI.

Menanggapi tuntutan dari massa PMII ini, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis mengajak mahasiswa untuk duduk bersama di depan gedung DPRD Madina.

“Mari kita duduk bersama. Sama-sama duduk dibawah kita, agar tidak ada perbedaan. Saya berasal dari masyarakat. Sebelum kebijakan ini, saya juga sudah mengkritisi pemerintah pusat agar mengkaji ulang kebijakan tersebut”.pungkas politisi partai Gerindra Madina tersebut.

Erwin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PMII Madina yang mana telah dengan tertib dan santun menyampaikan aspirasinya. Dia juga tidak pernah melarang dari organisasi apapun untuk menyampaikan aspirasi atau pendapat di gedung DPRD.

“Saya tidak pernah melarang siapapun untuk melakukan aksi di gedung DPRD Madina yang notabene milik rakyat. Dari organisasi apapun saya siap menerima, ini gedung DPRD milik kita bersama, siapapun punya hak yang sama”.sebutnya

Seperti aksi sebelumnya tambahnya, saya setuju dan sepakat dengan adek-adek mahasiswa untuk menyuarakan penolakan ini pusat.

“Aspirasi ini akan saya teruskan dan lanjutkan ke pusat”.tegasnya mengakhiri. (007)

Komentar

News Feed