Pemda Madina Keluarkan Surat Edaran Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi

Ekonomi261 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (01/12) (Panyabungan) – Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Pemda Madina) melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Madina mengeluarkan surat edaran Nomor : 8000/807/DISDAG/2025 tentang : Pembatasan Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersudsidi Dalam Masa Tanggap Darurat Bencana Alam di Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam Surat Edaran selama masa tanggap darurat ditetapkan batas maksimal pembelian sebagai berikut:

bannermncjkt

A. Pertalite
B. Biosolar

1. Kendaraan Roda 2, maksimal Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per hari.

2. Kendaraan Roda 3, maksimal Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) per hari.

3. Kendaraan Roda 4, maksimal Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah) per hari.

Pengecualian diberikan kepada :
1. Angkutan evakuasi :
2. Ambulans:

3. Kenderaan Roda 10, maksimal Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) perhari.
4. kendaraan distribusi logistik :
Kenderaan Roda 6, maksimal Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) per hari.
Kenderaan Roda4, maksimal Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah) per hari.
5. kendaraan dinas penanggulangan bencana, dengan surat tugas/resmi.

KETENTUAN PRIORITAS DISTRIBUSI
BBM bersubsidi diprioritaskan untuk:
1. Alat berat
2. Angkutan bantuan dan logistik;
3. Layanan kesehatan

Kendaraan tanggap darurat:
b. operasional BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup:

Kepala Dinas Perdangan Kabupaten Madina, Parlin Lubis mengatakan kepada media Senin (01/12) hasil evaluasi yang dilakukan kemaren, banyak konsumen yang sudah lama antri namun karena  stok habis sehingga tidak kebagian dari situlah kami lakukan koordinasi dengan lintas sektoral. Untuk kenderaan roda 2, pengisian tengki 100 ribu dianggap sudah berlebih untuk 1 kenderaan, makanya hasil kesepakatan bersama diturunkan menjadi 50 ribu untuk 1 kenderaan per hari, agar semakin banyak pengguna kenderaan yang kebagian.

“Surat edaran ini hanya berlaku selama masa tanggap darurat saja karena mengingat pasokan BBM ke Madina kita anggap belum optimal karena akses sibolga menuju madina belum pulih,” Jelas Parlin Lubis.

Parlin juga berharap dalam kondisi tanggap darurat seperti yang kita alami saat ini terbangun rasa solidaritas sosial dan penggunaan BBM diharapkan dapat dilakukan secara bijak demi kepentingan bersama. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *