oleh

Banyak Warga yang Mengeluh Pasca PT SMGP Hentikan Kegiatan Non Operasional

-Daerah, Ekonomi-810 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (10/10) (Panyabungan) – Masyarakat di desa-desa sekitar Puncak Sorik Marapi mulai keluhkan penurunan pendapatan. Hal ini dikarenakan banyaknya perusahaan kontraktor yang melakukan pengurangan tenaga kerja sejak 1 Oktober 2022 lalu.

Pengurangan tenaga kerja ini disinyalir merupakan efek dari berhentinya kegiatan non operasional PT. Sorik Merapi Geotermal Power (SMGP). Dan menurut dari beberapa kepala desa yang ada di kecamatan Puncak Sorik Merapi (PSM), kurang lebih ada sekitar 400an orang tenaga kerja asli warga kecamatan PSM yang saat ini dirumahkan.

ptsmmhutmadina

Ketua Forum Peduli Masyarakat Puncak plus Purba Lama, Abdul Somad Lubis, kepada wartawan, Senin (10/10/2022) menjelaskan, sejak berhentinya kegiatan non operasional PT. SMGP, mulai banyak masyarakat di sekitaran Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang mengeluh. Banyaknya keluhannya ini, dikarenakan beberapa masyarakat yang sebelumnya bekerja di SMGP akhirnya dirumahkan.

“Banyak warga desa di sekitar WKP yang dulunya bekerja di sektor non skill, sekarang akhirnya dirumahkan. Inilah salah satu keluhan warga di desa-desa sekitar WKP. Kita contohkan saja, satu perusahaan kontraktor di SMGP dia sudah merumahkan seluruh pekerjanya,” ungkapnya

Abdul Somad yang didampingi beberapa kepala desa di sekitar WKP melalui media meminta agar PT SMGP bisa lebih terbuka dalam penyelesaian permasalahan di sekitar WKP. Dan bahkan menurut Abdul Somad, sebelumnya tidak pernah ada perselisihan antara perusahaan dan warga desa di sekitar WKP.

“Disini perlu kami tegaskan, tidak pernah ada perselisihan antara PT SMGP dengan warga. Kami merasa banyak keuntungan yang didapat warga sekitar WKP. Khususnya dibidang perekonomian, warga kami banyak terbantu”.ujarnya

Abdul Somad juga meminta, agar semua kejadian yang terjadi di desa sekitar WKP untuk tidak dipolitisir. Hal ini karena menurutnya, banyak orang-orang diluar wilayah desa Puncak Sorik Merapi yang diduga berusaha ambil keuntungan dan sok menjadi paling tahu apa yang dibutuhkan warga Puncak Sorik Merapi.

“Kami berharap, kepada orang-orang yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi jangan sok menjadi pahlawan. Biarkan kami masyarakat puncak dan perusahaan yang menyelesaikan permasalahan ini. Sehingga semuanya bisa jadi jelas dan terang”.pintanya

Oleh sebab itu tambahnya, kami juga berharap kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) agar bisa melihat langsung ke warga Puncak Sorik Merapi.

“Bupati harus jadi ayah bagi kami, benar sikap yang diambil Bupati kemarin. Hanya saja, Bupati juga harus dengarkan jeritan kami, jika PT SMGP berhenti”.sebutnya mengakhiri.(007)

Komentar

News Feed