oleh

Unras ke Bupati, Massa AMBM Minta PT SMGP Ditutup

-Daerah-119 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (20/10) (Panyabungan) – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu Mandailing Natal (AMBM) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina) menuntut agar Bupati Madina, HM Ja’far Sukhairi Nasution segera membekukan PT Sorik Merapi Geotermal Power (SMGP), Kamis (19/10/2022).

Dan selain meminta Bupati membekukan SMGP, para mahasiswa juga meminta Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution sebagai ketua tim investigasi, agar membuka dengan jelas apa penyebab masyarakat bisa keracunan pada tragedi yang telah terjadi pada warga yang ada di Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) PT SMGP.

ptsmmhutmadina

Kemudian, mahasiswa juga meminta agar Bupati Madina menutup dan mengusir PT. SMGP dari Kabupaten Mandailing Natal.

“Kami meminta agar Bupati dan Wakil Bupati bisa bersikap tegas menutup PT. SMGP yang telah menyebabkan banyak korban. Kejadian di SMGP bukan sekali dua kali, sudah berulang kali. Kamu minta Bupati untuk tegas,” teriak Ahmad Hidayat, yang merupakan koordinator aksi saat melakukan orasi didepan kantor Bupati Madina.

Pantauan media, massa aksi ini diterima oleh Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution. Dan dalam merespon aksi ini, Wakil Bupati Plh didampingii plh Sekda Madina, Kadis Lingkungan Hidup, dan Tokoh Masyarakat Madina meminta agar para mahasiswa ikut berdiskusi di Aula Kantor Bupati.

“Mari kita berdialog. Saya siap tampung aspirasi rekan-rekan mahasiswa. Apapun itu, kita duduk bersama, Pemkab Madina akan buka secara transparan semuanya”.kata Atika

Dalam diskusi dengan mahasiswa diaula kantor Bupati Madina, Atika juga memaparkan bahwa dirinya diangkat sebagai Ketua Tim Investigasi secara lisan oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Dia mengatakan semua hasil dari investigasi sudah dilaporkan ke Gubernur Sumut secara langsung.

“Semua hasilnya sudah saya sampaikan langsung kepada Gubernur. Ketika itu Gubernur secara lisan menunjuk saya sebagai ketua tim investigasi di depan Kepala OPD Propinsi”.ungkapnya

Sementara itu Tokoh Pemuda Madina, Irwan H. Daulay dalam menanggapi aksi ini sangat mengapresiasi sikap mahasiswa yang kritis terhadap peristiwa SMGP. Hanya saja Irwan berharap kedepannya mahasiswa bisa lebih menguasai data baik teknis terkait peristiwa SMGP.

“Saya apresiasi atas kekritisan adik-adik mahasiswa. Saya katakan, hingga saat ini pihak Pemkab sudah melakukan hampir semua tuntutan adik-adik mahasiswa”.tandasnya

Lanjutnya, saya pribadi tahu bahwa itu sudah dilakukan, hanya saja kewenangan Pemkab Madina hanya sebatas memberikan rekomendasi, bukan menutup. Karena untuk menutup SMGP itu adalah wewenang dari pemerintah pusat”.tegas mantan dosen Unimed ini. (007)

Komentar

News Feed