oleh

Tragedi Sibanggor Julu, KNPI Madina Desak Penegak Hukum Tetapkan Tersangka

-Daerah-425 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (13/02)(Panyabungan)- Beberapa OKP, Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara hingga DPR RI mengecam PT SMGP terkait Tragedi Kebocoran Gas H2S yg menyebabkan Meninggal 5 Orang dan puluhan korban yg berjatuhan hingga di Rawat ke RSUD Panyabungan pada Tanggal 25 Januari 2021 di Desa Sibanggor Julu dan beberapa hari lalu ada korban yang di rawat kembali ke RSUD Panyabungan, seperti yg di terbitkan oleh beberapa Media.

Begitu Juga KNPI Madina kesal dengan sikap PT SMGP yg di duga gas di buang oleh Perusahaan tersebut.

ptsmmhutmadina

Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI) Madina Khairil Amri mengungkapkan, Menyikapi Damai nya Pihak PT SMGP dan Korban di Sibanggor julu itu langkah yg baik dan tepat untuk meyikapi suatu kesilapan dan kesalahan. Namun, kita hidup di negara hukum dan proses hukum harus di jalankan dan kita mendesak Pihak Penegak Hukum untuk Memproses Kasus ini. Jum’at, (12/02) di kediaman nya.

“Damai nya Pihak PT. SMGP dan Korban di Sibanggor julu itu langkah yg baik dan tepat untuk meyikapi suatu kesilapan dan kesalahan. Namun, kita hidup di negara hukum dan proses hukum harus di jalankan, mengacu pada  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), kelalaian biasanya disebut juga dengan kesalahan,kurang hati-hati, atau kealpaan. Hal ini dapat dilihat dalam penjelasan R. Soesilo mengenai Pasal 359 KUHP, dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, yang mengatakan bahwa “karena salahnya” sama dengan kurang hati-hati, lalai lupa, amat kurang perhatian.

Pasal 359 KUHP:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Dalam hukum pidana, kelalaian, kesalahan, kurang hati-hati, atau kealpaan disebut dengan culpa. Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H., dalam bukunya yang berjudul Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia (hal. 72) mengatakan bahwa arti culpa adalah “kesalahan pada umumnya”, tetapi dalam ilmu pengetahuan hukum mempunyai arti teknis, yaitu suatu macam kesalahan si pelaku tindak pidana yang tidak seberat seperti kesengajaan, yaitu kurang berhati-hati sehingga akibat yang tidak disengaja terjadi” Ungkap khairil

Soal kedua belah pihak berdamai, polisi Pemda Madina dan DPRD sebatas memfasilitasi. Proses hukum tetap berlanjut mengacu pada Pasal 359 KUHP.

“Meskipun Damai saya harap proses penegakkan hukum itu tetap jalan untuk pihak PT SMGP yg mengakibatkan Korban Jiwa di Sibanggor Julu, Imbas uji coba yg di duga mengeluarkan gas H2S meskipun ada pemberitahuan kepada warga sekitar lokasi PT SMGP. Jelas sudah ada korban jiwa dan dan bisa di terapkan pasal 359 KUHP tanpa mendahului Penyidik dan Hakim” Lanjut Khairil.

Lanjut Khairil lagi, Dalam hal uji coba pada Perusahaan punya bidang dan sub yg punya Tupoksi masing-masing. Dalam hal uji coba ini PT SMGP yg bergerak bidang Panas Bumi berarti kepala Tambang Panas Bumi atau apapun sebutan nya disebut penanggung jawab dalam hal ini.

“Saya berharap Para penegak hukum tidak tutup mata dalam kasus ini dan segera ada tindakan untuk PT.SMGP tersebut dan segera menetapkan tersangka, mengingat ini masalah Nyawa dan tidak tertutup kemungkinan apabila Perusahaan terus beroperasi bisa menimbulkan efek yg sama dan efek yg lain” Harap Khairil. (13/02)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed