oleh

Tidak Hanya Tragedi 25 Januari Kalau Tidak Bisa Bekerja SMGP Lebih Baik Hengkang

-Daerah-287 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (09/02)(Panyabungan)- Tragedi 25 Januari 2021 adalah salah satu sejarah kelam PLTP SMGP di bumi gordang sambilan, rentetan indikasi mulai dari Pelanggaran pidana, Amdal, SOP yang buruk dan Management yang belum profesional di gambarkan Perusahaan raksasa tersebut.

Dilansir dari pers rilis hasil RDP DPR RI di jakarta, Pihak SMGP mengakui adanya kesalahan dalam pembukaan sumur (well testing) yang di lakukan PT SMGP di wellpad Tango Desa Sibanggor julu yang di sampaikan oleh Chief Tekhnical Officer PT SMGP Riza Glorius “bahwa pembukaan sumur T-02 Sorik Marapi yang harusnya di buka pada 24 januari malah di buka pada 25 januari di karenakan kurangnya waktu sosialisasi yang baru sampai kepada masyarakat sekitaran pukul 09:00 wib itu baru sampai kepada Kepala Desa, serta permasalahan tekhnis pada alat yang di gunakan dan perlu untuk di lakukan maintenanse”.

SOMAN

Selain waktu sosialisasi yang kurang, Riza juga menyebutkan ” pihak Safety yaitu security yang melakukan penyisiran tidak melaksanakan himbauan menjauh bahaya H²S tapi hanya himbauan kebisingan, belum lagi KTPB (Kepala Tekhnis Panas Bumi) dan empat orang well test supervisor yang tidak melakukan well test superintendent”

Hal ini di tanggapi serius Ketua Ormas FKI-1 Mandailing Natal yang mengecam pola kerja amatiran dari PT SMGP ” Kalau seperti ini SOP mereka lebih baik jangan lagi jalan, memang PLTP SMGP adalah projek vital Negara tapi haruslah di kerjakan secara profesional, masa Perusahaan sebesar PT SMGP kerjanya amatiran”.

Lanjutnya Samsuddin juga mengatakan “Belum lagi kegiatan-kegiatan lain di antara Sub SMGP yang terindikasi menggambarkan ketidak profesionalannya dalam bekerja, seperti beberapa temuan kami diantaranya dugaan Illegal logging pada wilayah Taman Nasional Batang gadis (TNBG) yang di kolaborasikan antara PT PRA (Plumpung Raya anugerah) wellpad P Hutalombang dengan oknum Kepala Desa”.

“Selain itu dugaan pengerusakan fasilititas Negara oleh Proyek pengerjaan drainase milik PT BKP dimana Pagar SMP Negeri 1 Puncak Sorik Marapi hancur sepanjang ±50 meter dan belum ada perbaikan sampai sekarang, serta Sub Bagian limbah yang terindikasi membuang limbah sembarangan pada sungai aek maga yang mengakibatkan air sungai jadi berbusa dan sampai saat ini belum kita ketahui apakah limbah itu mengandung zat berbahaya yang dapat membahayakan masyarakat sekitaran DAS”pungkasnya dengan nada geram

Untuk itu kemarin Senin (08/02) sebagai langkah awal kita sudah menyurati Polres Mandailing Natal untuk dumas dengan nomor surat 594/DPK FKI-1/MN/II/2021 yang berisi dugaan pelanggaran baik dalam cakupan pelanggaran sosial maupun Pidana dan akan kita giring sampai tuntas, sebab kalau memang mau investasi kita masyarakat Mandailing Natal menerima asal pengerjaannya di laksanakan secara Profesional bukan Amatiran dan kalau tidak bisa bekerja lebih baik hengkang dari Mandailing Natal” .Tegas Samsuddin mengakhiri. (09/02)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed