oleh

Terkait Tambang, Ray Rangkuti : Pemkab Madina Harus Melakukan Moratorium

-Daerah-465 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (08/12)(Panyabungan) – Hiruk pikuknya persoalan tambang ilegal yang saat ini terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terlebih dikarenakan rusaknya ekosistem air dan geografis Daerah Aliran Sungai (DAS) berujung masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tidak bisa memanfaatkan air, menjadi polemik berkepanjangan yang harus segera dicari solusinya.

Menanggapi terkait bisnis tambang emas di Kabupaten Madina ini, Ahmad Fauzi Rangkuti atau lebih dikenal dengan Bung Ray Rangkuti berpendapat, pemerintah harus segera melakukan moratorium dahulu, dinyatakan tidak ada penambangan dalam bentuk apapun sampai dilakukan kajian kelayakan untuk pengerukan tambang.

ptsmmhutmadina

Lanjutnya, bukan saja pada tambang-tambang tradisional rakyat tapi juga pada tambang besar. Seluruhnya diaudit kelayakan. Apakah memenuhi standar eksplorasi sumber daya alam atau tidak.

“petambang besar apakah ditemukan pembuangan limbah yang tidak seharusnya. Ke mana dibuang limbahnya. Lalu dilakukan pengkajian kelayakan. Jika akhirnya tambang dimaksud tidak layak dilanjutkan, harus dihentikan. Tidak ada tawar menawar dalam hal ini. Sebab kerusakan alam itu sama dengan kerusakan masa depan ekosistem Madina”.pungkasnya

Kemudian kata Ray Rangkuti yang juga putra daerah Madina ini, Pemkab Madina juga harus mengevaluasi berapa besar pemasukan, entah itu dalam bentuk pembagian hasil pajak dan lainnya, dari usaha eksplorasi tambang di Madina. Jika hasilnya tidak besar, harus dinegosiasi kembali sehingga dapat dipastikan Madina mendapat berkah dari tambang yang dilakukan.

” Jadi harus menyeluruh. Bukan saja tambang tak berizin, tapi juga perusahaan tambang yang selama ini telah melakukan eksplorasi di Madina. Pemda Madina tak perlu ragu menyelamatkan masa depan ekosistem alam dan manusia Madina”.sebutnya

Sebab imbuhnya, kewajiban kita memastikan masa depan generasi Madina juga dapat sejahtera dari kekayaan alam Madina. Mereka tidak boleh mendapatkan sisa, bahkan kehilangan kekayaan alam Madina karena kurang tepatnya pengelolaan kekayaan alam di masa sekarang.

Selain tambang yang memiliki izin, banyak juga bisnis tambang emas ilegal yang beroperasi di Kabupaten ini seperi penambangan emas di Daerah Aliran Sungai Batang Natal yang bertahun tahun beraktifitas tetapi tak tersentuh penegak hukum. 

Ratusan kilo emas diperkirakan sudah keluar tanpa ada pemasukan ke pemerintah daerah, justru hanya memperkaya pelaku tambang sendiri dan oknum oknum beking dibelakang pengusahanya.

Parahnya lagi tambahnya, akibat aktifitas tambang emas di DAS ini, ekosistem sungai rusak, bahkan bertahun tahun warga tiga Kecamatan di sepanjang aliran sungai yakni Kecanatan Batang Natal, Lingga Bayu dan Natal merasakan dampak itu karena air menjadi keruh dan berlumpur, bahkan bisa dipastikan ekosistem air seperti ikan sudah tidak bisa di temukan lagi karena limbah bisnis tambang emas menggunakan alat berat tersebut dibuang langsung ke sungai batang natal. (007)

Komentar

News Feed