oleh

Terkait Penghinaan Di Medsos, Kamus dan Guru- Guru Musthafawiyah Audensi dengan Polres Madina

-Daerah-511 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (05/03)( Panyabungan) – Polisi meminta bantuan masyarakat untuk menangani kasus Penghinaan terhadap Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal (Madina) Sumut yang lagi Viral di Media Sosial atas nama Akun Facebook baru-baru ini.

Hal itu diungkapkan Akbp Horas Tua Silalahi.Sik Kapolres Madina Sumut, saat memaparkan Perjalanan Kasus dugaan penghinaan tersebut dihadapan Mudir dan Para Guru Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal (Madina) Sumut. Jumat (05/03/2021). Di Aula Polres Madina

ptsmmhutmadina

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sumut, Cyber Crime Mabes Polri dan kominfo, bahwa akun Rizky Ardiansyah yang diduga melakukan penghinaan kepada Ponpes Musthafawiyah.” Kata Akbp Horas Tua Silalahi.Sik

Selain secara digital, Horas mengaku bahwa pihaknya juga melakukan penanganan kasus ini secara manual, dan terus mencari apa motif pelaku atau siapa sebenarnya pengendali akun yang menghina Musthafawiyah pondok psantren terbesar dan tertua di Sumatera Utara itu.

“Kadang-kadang aktif terkadang non aktif, dan lokasi dia mengaktifkan akun facbooknya tidak menetap dan berpindah-pindah lokasinya. Sehingga sampai saat ini kami masih mencari siapa dibalik atau pemilik akun Facebook yang diduga telah menghujat dan menghina pondok pesantren Musthafawiyah purba baru,” paparnya

Horas Tua Silalahi lebih lanjut, “Kami tetap berkoordinasi dengan Bidang ITE Polri bagaimana sebenarnya kasus ini apakah memasuki pidana pelanggaran UU ITE, jadi kami berharap kepada pihak Ponpes tetap memberikan bantuan dan masukan untuk menangani kasus ini” harapnya

Terpisah, Muhammad Safii Pasaribu.SH, Kuasa hukum Pondok Psantren Musthafawiyah Purba Baru meminta kepada Kapolres Madina kasus penghinaan itu diproritas penanganannya.

“Kami sudah meminta pihak polisi melalu Kapolres Madina untuk membuat lebih serius dan menkadikan kasus ini sebagai proritas agar dapat kami redam amarah para alumni dan masyarakat” katanya

Tidak hanya itu, ketua DPP keluarga alumni Musthafawiyah sedunia (Kamus) Dr.Salamuddin,M.A mengulas sedikit sejarah Musthafawiyah didepan Akbp.Horastua Silalahi.Sik. bahwa pesantren Musthafawiyah berdiri jauh dari sebelum Indonseia merdeka dan sejarah mencatat pendiri Ponpes ini juga ikut serta mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sejarah mencatat Musthafawiyah ini adalah ikut berperan untuk mendirikan bangsa ini, jadi jika ada suatu penghinaan terhadap pesantren ini tolong pak kapolres menindak tegas dan kami sangat mengapresiasi kinerja bapak kapolres”Tandasnya. (05/03)( Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed