oleh

Terkait Dugaan Penghinaan Lambang Negara, Kapolres Madina : Saya Akan Cek Dan Pelajari Dulu

-Daerah-363 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (30/12)(Panyabungan) – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, Sik, SH,  MH menegaskan akan melakukan pengecekan dulu terkait sudah sejauh mana proses hukum dugaan penghinaan lambang negara yang sudah lama kasusnya bergulir di Polres Madina.

Statement itu dikatakan Kapolres Madina, AKBP, Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, Sik, SH, MH ketika menjawab pertanyaan salah seorang wartawan saat acara temu ramah antara Kapolres Madina dan insan pers diaula Gesat Gatra Polres Madina, Kamis (30/12/2021) siang .

ptsmmhutmadina

“Saya masih baru bertugas di Polres Madina, begitu juga dengan Kasat Reskrim dan beberapa Kasat lainnya. Jadi belum mengetahui benar apa-apa saja kasus yang telah ditangani selama ini”.ungkap Kapolres Madina yang baru beberapa hari bertugas di Mako Polres Madina ini.

Mantan KabagOps Polrestabes Medan ini juga menuturkan akan segera melakukan pengecekan terhadap kasus dugaan penghinaan dan pelecehan lambang negara ini, dengan memanggil personil yang menangani kasus tersebut.

“Saya akan cek dan pelajari dulu tentang kasus dugaan  pelecehan dan penghinaan lambang negara itu. Maklumlah kita kebanyakan masih yang baru bertugas di Mako Polres Madina ini”.tuturnya

Dijelaskannya, saya berharap kepada rekan pers harus melakukan konfirmasi dulu terkait pemberitaan yang mengarah kepada kinerja atau mengenai Polres Madina demi mendapatkan berita yang berimbang seperti yang diatur dalam UU Pers.

Seperti pemberitaan sebelumnya, DPD Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Madina tanggal 7 September 2021 dan DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Madina tanggal 10 September 2021 yang lalu telah melaporkan dugaan pelecehan dan penghinaan lambang negara kepala burung garuda yang mengarah “kekiri” pada pet Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution yang seharusnya mengarah ke “Kanan” dengan arti “Kebaikan”.

Mengenai proses hukum terhadap laporan dugaan pelecehan atau penghinaan lambang negara ini, hingga saat ini Polres Madina belum menetapkan siapa tersangkanya, apalagi untuk melakukan penahan. Sementara, untuk barang bukti, saksi, diduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan dan bahkan sudah dilakukan gelar perkara pada tanggal 25 November 2021 yang lalu.

Dan terkait kasus dugaan tindak pidana pelecehan atau penghinaan lambang negara ini, para pelaku disinyalir telah melanggar PP no 66 tahun 1951 tentang lambang negara dan UU no 24 tahun 2009 tentang lambang negara. (007)

Komentar

News Feed