oleh

Terkait Bantuan, Puluhan Parbetor Datangi Pemkab Madina Dan Kantor DPRD

-Daerah-181 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (08/04) – Puluhan Abang becak bermotor (Parbetor,red) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina, Rabu (8/4)

Kedatangan puluhan parbetor ke kantor Bupati Madina dan DPRD Madina tersebut diketahui ingin menyampaikan aspirasi sekaligus meminta bantuan sembako akibat susahnya perekonomian dikarenakan dampak wabah Coronavirus Disease (Covid-19).

BNNCOVID19

Salah seorang parbetor, Dahruddin Nasution (36) warga jalan Abri kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan Kota kepada Andalas menerangkan bahwa kedatangan mereka ke kantor Bupati dan DPRD Madina ingin menyampaikan permintaan bantuan kepada pemerintah karena susahnya perekonomian sekarang akibat wabah Covid-19.

“karena kita ada mendengar kabar bahwa berdasarkan dari keterangan Bupati Madina di media bahwa Tukang becak ada dalam klasifikasi penerima bantuan sembako terkait dampak Covid-19 ini”.sebutnya

Namun lanjut, setelah kita tunggu-tunggu dan kita nantikan hingga saat ini bantuan tersebut tidak ada sampai kepada kita. Kita juga sudah melaporkan ini kepada Kepala desa atau lurah yang ada di tempat kita, tetapi hingga saat ini kita belum ada mendapat kabar apalagi menerima bantuan tersebut.

“kami juga tidak akan mau meminta bantuan ini apabila penghasilan kami dari menarik becak ini cukup buat kehidupan keluarga kami sehari-hari. Karena akibat dampak wabah Covid-19 ini, jangankan untuk kebutuhan sehari-hari, untuk membayar sewa becak aja penghasilan kami kurang”.terangnya

Maka dari itu, untuk mendapatkan kepastian dan kejelasannya, saya bersama teman-teman parbetor datang mengadukan hal ini kepada pemerintah dan DPRD Madina selaku wakil kami.

Sebelumnya, Staf ahli pemerintahan dan hukum, M Daud Batubara dan Staf ahli Keuangan, Mukhtar Afandi Lubis, S. Sos didampingi Kepala Satpol PP, Lismulyadi saat berdialog dengan perwakilan abang tukang becak menerangkan bahwa seharusnya para abang becak terlebih dahulu mendaftarkan atau melaporkan dirinya ke kepala desa atau lurah ditempat tinggalnya masing-masing.

“seharusnya para abang becak melaporkan dirinya ke kepala desa atau lurah ditempat tinggalnya. biar selepas itu kepala desa atau lurah mereka melakukan pendataan dan mengkordinasikannya dengan camat. Sebab bila tidak begitu, bagaimana kita bisa mengetahui mana data-data yang konkrit. Sebab bisa saja ada oknum yang mengaku ngaku, padahal oknum tersebut orang mampu”.paparnya

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Nasution dan Harminsyah Batubara saat menerima perwakilan Abang becak memaparkan bahwa memeng benar bahwa dalam pernyataan yang disampaikan Bupati Madina beberapa waktu yang lalu benar Tukang becak masuk dalam profesi penerima bantuan.

Hanya saja sambungnya, ada klasifikasi yang menjelaskan bahwa siapa saja yang menerima bantuan pemerintah terkait dampak wabah Covid-19 ini. Terkait apakah Bapak-bapak bukan penerima PKH atau bukan penerima BLT kan itu di Kepala desa atau kelurahan yang tahu. 

Sebab tambahnya, masyarakat yang menerima bantuan akibat dampak wabah Covid-19 dari pemerintah ini adalah masyarakat yang bukan penerima PKH dan bukan penerima BLT dari pemerintah. (007)

Komentar

News Feed