Terkait 2 Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Eks PT M3, Aktivis Madina Minta APH Tegas

Daerah109 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (20/01) (Panyabungan) – Kejadian memilukan yang mengakibatkan dua penambang tewas tertimbun longsor di lokasi eks tambang PT Madina Madani Mining (M3) di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat tanggapan serius dari masyarakat.

Sebab, peristiwa menelan korban jiwa dari aktifitas PETI pada Kamis (19/01/2023) sekira pukul 15.45 wib ini bukan kali pertama terjadi. Dimana sebelumnya juga pernah belasan nyawa yang melayang akibat kejadian yang serupa pada tahun 2022 yang lalu.

ptsmmhutmadina

Mendengar kabar itu, aktivis Mahasiswa asal Madina, Wadih Al-Rasyid melalui media, Jum’at (20/01/2023) mempertanyakan ketegasan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindak aktifitas PETI ini.

“Yang pertama mungkin kita sampaikan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban. Namun selanjutnya kita perlu mempertanyakan kembali komitmen APH dalam hal ini Polres Madina untuk menertibkan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Karena ini bukan kejadian yang pertama kali, apa benar Aparat Penegak Hukum kita serius menertibkan ini ?” Tuturnya

Melalui pesan WhatsApp Wadih menyampaikan bahwa APH harus benar-benar serius untuk menertibkan dari lokasi bekas tambang PT M3 ini, dengan harapan agar tidak jatuh lebih banyak korban jiwa lagi.

“Ini sudah bukan yang pertama kali, tahun lalu sudah jatuh belasan korban. Tapi kenapa penambangan ilegal ini masih terus beroperasi ?, Apakah Aparat Penegak Hukum kita sudah mengusut siapa pemilik tambang dompeng ini ?”.ungkapnya penuh tanya

Pria yang saat ini melanjutkan pendidikan di Ibukota Jakarta inipun berharap agar tidak terjadi lagi kejadian serupa akibat PETI.

“Kita punya harapan yang sama, semoga aktivitas PETI ini benar-benar ditertibkan seluruhnya. Sehingga di kemudian hari tidak ada kejadian serupa yang menelan korban jiwa. Kalau begini kita seperti membiarkan masyarakat satu demi satu terbunuh disana.”tandasnya.

Sementara itu Kapolres Madina, AKBP. HM Reza Chairul AS, SIK, SH ketika dikonfirmasi media ini menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan proses lidik atas peristiwa ini.

“Saat ini kita sedang melakukan proses lidik ada peristiwa itu”.jawabnya singkat. (007)

Komentar