oleh

Terancam Bangkrut, Pengusaha Kerupuk Butuh Bantuan Pemerintah Di Madina

-Daerah-513 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (14/02) (Panyabungan) – Akibat langkanya minyak goreng di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sangat berdampak bagi Usaha Kecil Menengah (UKM), khususnya para pengusaha kerupuk yang menjadi terancam gulung tikar atau bangkrut.

“Kurang lebih sudah seminggu ini saya tidak lagi memproduksi kerupuk akibat tidak adanya minyak goreng. Dan kalaupun ada, harganya sangat tinggi, sehingga kita tidak mampu untuk membelinya”. Ujar Nur Hayati salah seorang pengerajin kerupuk industri rumahan di Banjar Pagur Keluarahan Panyabungan III Kecamatan Panyabungan kepada MNC Trijaya Madina, Senin (14/02/2022).

ptsmmhutmadina

“Kalaupun kita beli harga minyak goreng itu, nantinya akan berpengaruh pada naeknya harga kerupuk yang kita jual pada langganan dan di pasar. Sudah pasti akan mendapat penolakan dan tidak laku dijual”.sebutnya

Dan ketika ditanyakan apakah ada perhatian pemerintah terkait hal ini, wanita separuh baya itu menjawab, hingga sat ini, dirinya tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah setempat.

Ditempat terpisah, Yusep Nugraha Warga Banjar Bolak Kampung Sedikit Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan yang juga sebagai pengusaha kerupuk industri rumahan kepada MNC Trijaya Madina, mengaku terpaksa membeli minyak goreng dengan harga yang tinggi demi mempertahankan keberlangsungan usaha yang digelutinya.

“Demi mempertahankan usaha kerupuk ini, saya harus mengeluarkan modal yang tinggi untuk produksi kerupuk walapun usahanya terancam merugi. Namun harus bagaimana lagi, dari usaha inilah saya membutuhi hidup keluarga saya “.bebernya

Dan tambahnya, terkait mengenai perhatian pemerintah, hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah setempat terhadap terkait keberadaan usaha Industri rumahan yang bergerak dibidang pembuatan kerupuk di Kelurahan Panyabungan III ini. (007)

Komentar

News Feed