oleh

Tak Berfungsi Dan Dinilai Mubajir, BI Cabang Sibolga Akan Evaluasi Bangunan Greenhouse Di Ulu Pungkut

-Daerah-169 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (08/07)(Ulu Pungkut)- Pembangunan greenhouse atau rumah kaca senilai 879 juta rupiah yang diperuntukkan sebagai fasilitas pengolahan kopi yang diresmikan pada bulan Maret 2021 lalu di Desa Simpang Duhu Lombang Kecamatan Ulu Pungkut kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai mubajir dan membuang-buang biaya.

Dimana, berdasarkan penelusuran serta informasi yang dihimpun MNC Trijaya Madina di Desa Simpang Duhu kecamatan Ulu Pungkut, sejak diresmikan sampai sekarang sama sekali tidak pernah berfungsi, dan bahkan saat ini kondisinya sudah rusak parah.

ptsmmhutmadina

Bangunan greenhouse yang menelan biaya 879 juta rupiah yang diketahui merupakan bantuan dari program sosial Bank Indonesia (BI) ini, rencananya dibangun untuk pengolahan kopi dengan kapasitas 20 ton 

Dan berdasarkan keterangan dari salah seorang warga, saat peresmian gedung greenhouse ini pada hari Sabtu tanggal 13 Maret 2021 lalu, dihadiri oleh salah satu anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Sihar PH Sitorus dan anggota DPRD Madina, Teguh W Hasahatan serta pimpinan Bank Indonesia cabang Sibolga, Aswin Kosotali.

“semenjak greenhouse ini dibangun dan berdiri, bangunan tidak pernah sama sekali digunakan untuk pengolahan kopi. Padahal bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan dan dorongan BI bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19”.pungkas salah seorang warga Desa Simpang Duhu tersebut yang tak ingin namanya disebutkan.

Dari penelusuran MNC Trijaya Madina, Rabu (07/07/2021) ada 3 unit bangunan greenhouse Desa Simpang Duhu Lombang, dan kondisi ketiga bangunan tersebut sama-sama telah rusak parah, terutama di bagian atapnya. Lalu, ada instalasi listrik tanpa stop kontak dengan tidak dialiri listrik, ada tiang bangunan yang keropos, pintu bangunan yang telah terlepas jatuh, ditambah lagi aksses jalan menuju bangunan tersebut tidak ada.

Kepala Desa Simpang Duhu Lombang, Amin Batubara kepada sejumlah media yang melakukan konfirmasi menjelaskan bahwa tidak mengetahui seluk beluk pembangunan greenhouse ini. 

Dan saat ditanya apa nama koperasi yang mengelola bangunan greenhouse tersebut, Ia juga menjawab tidak mengetahui koperasi apa yang mengelola greenhouse tersebut.

Amin mengakui bahwa dirinya selaku kepala desa di wilayah tersebut tidak menguasai dasar dan tujuan pembangunannya. Akan tetapi saat peresmiannya memang kami diundang untuk menyampaikan terima kasih. 

“saat peresmian bangunan itu ada bapak Sihar Sitorus dan bapak Teguh dari DPRD Madina. Dan saat berpidato mereka mengatakan bahwa bantuan tersebut kepada koperasi petani kopi, tapi sampai sekarang kami tidak tahu koperasi apa dan siapa anggota maupun pengurusnya”.tegasnya

Sementara itu ditempat terpisah, hal senada juga disampaikan Imbalo Kepala Desa Simpang Duhu Dolok. Dimana didalam keterangannya, beliau juga mengaku tidak memahami terkait asal usul pembangunan greenhouse tersebut dan hanya diundang pada saat peresmiannya sekaligus mengucapkan terima kasih.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga, Aswin Kosotali yang dikonfirmasi sejumlah media melalui seluler membenarkan bantuan gedung greenhouse dan sejumlah fasilitas pendukung kepada koperasi di Kabupaten Madina

Bantuan tersebut untuk membantu masyarakat petani kopi meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi di wilayah Ulu Pungkut kabupaten Madina.

“Kami sudah mendapat informasi greenhouse di Simpang Duhu tidak beroperasi, kami akan cek dulu bagaimana kondisinya. Green house dan perangkat pendukung bersumber dari PSBI (Program Sosial Bank Indonesia) tersebut untuk membantu petani kopi di sana. Ada dua koperasi kalau tidak salah, tapi saya cek dulu apa nama koperasinya”.katanya

Dan Aswin juga mengucapkan terima kasih karena telah diberitahu soal kondisi greenhouse tersebut. Dimana hal ini akan dijadikan bahan masukan dan evaluasi bagi mereka. (007)

Komentar

News Feed