oleh

Secara Hybrid, Lapas Panyabungan Ikuti Seminar Nasional Dengan Kemenkumham RI

-Daerah-103 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (13/10)(Panyabungan) – Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Panyabungan kanwil Kemenkumham Sumatera Utara (Sumut) ikuti seminar nasional secara Hybrid dengan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) RI.

Seminar nasional yang diselenggarakan Kemenkumham RI ini mengangkat tema “Peran Kementerian Hukum dan HAM dalam Mengakselerasi Indonesia Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional” dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2021, dilaksanakan secara hybrid, luring dari Graha Pengayoman Kemenkumham serta daring melalui zoom dan youtube dengan mengundang seluruh elemen masyarakat, agar dapat berperan aktif ikut serta membangun Indonesia yang lebih baik, Rabu (13/10/2021)

ptsmmhutmadina

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly disela acara dalam pidatonya menyampaikan bahwa Seminar Nasional ini adalah momentum dalam mensinergikan dan mengkoordinasikan peran pemerintah sebagai katalisator dan dinamisator, baik kepada masyarakat maupun dunia usaha. 

Dan hasil dari seminar ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai rumusan kajian dan rekomendasi kebijakan di bidang Hukum dan HAM”.ujarnya

Kemenkumham sebagai salah satu pilar pemerintahan turut berperan mendorong pemulihan kesehatan dan peningkatan ekonomi nasional melalui revolusi digital serta mengakselerasi kebijakan dalam mendorong kemudahan berusaha (ease of doing bussiness) melalui peran Ditjen PP dan BPHN dalam pembenahan regulasi serta peran AHU dalam penyederhanaan proses perizinan. 

Dan Ditjen KI juga berperan mendukung UMKM dengan menyediakan layanan digital untuk pendaftaran merek, sedangkan Ditjen Imigrasi berinovasi menciptakan visa elektronik bagi kemudahan investor”. Papar Yasona

Kemudian, guna mempertajam mainstreaming Bisnis dan HAM di Indonesia, Ditjen HAM juga telah membangun aplikasi penilaian risiko bisnis untuk memfasilitasi perusahaan di semua lini bisnis.

Sementara itu, acara ini juga dihadiri Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin sebagai Keynote Speaker. Beliau menyampaikan bahwa kondisi pandemi ini memerlukan ketepatan dalam setiap kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan guna menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi nasional. 

“Aturan kedaruratan” dibutuhkan guna mencegah keterlambatan bertindak yang berpotensi menyebabkan kerugian negara yang lebih besar.  

Lalu beliau menegaskan bahwa konsep rukhsah (kemudahan pada kondisi tertentu) yang serupa dengan pintu darurat di masa krisis dapat kita aplikasikan dalam tata peraturan perundang-undangan di setiap keputusan agau kebijakan. (007)

News Feed