oleh

PT SMGP : Manfaat Dan Polemik

-Daerah-222 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (15/04) (Panyabungan) – Dapat di ketahui bersama kepentingan investasi di lingkup perekonomian dan kemajuan daerah sangat vital perannya, disamping dapat meningkatkan mutu ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam, juga menjadi lapangan kerja bagi penduduk lokal.

Dari sekian investor yang masuk di Madina, PT SMGP (Sorik Marapi Gheotermal Power) adalah salah satu perusahaan besar dan amat vital keberadaannya, baik itu untuk daerah maupun negara, Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) ini merupakan Perusahaan yang mayoritas sahamnya (95%) dimiliki oleh KS Orka Renewables Pte Ltd, perusahaan pengembang dan operator panas bumi yang berbasis di Singapura, memulai proyek ini pada pertengahan tahun 2016.

ptsmmhutmadina

Dalam tiga setengah tahun terakhir telah menyelesaikan pengeboran sejumlah 23 sumur pada 6 tapak pengeboran dan menghubungkan Unit 1 sampai dengan 45 MW pada akhir 2019, menjadikan PLTP Sorik Marapi sebagai proyek panas bumi tercepat berdasarkan durasi sejak pengeboran sumur pertama (15 Oktober 2016) hingga operasi (COD 1 Oktober 2020) untuk unit I. Target pengembangan selanjutnya yaitu Unit 2 45 MW ditargetkan beroperasi akhir tahun 2020, Unit 3 50 MW akhir tahun 2021, Unit 4 50 MW akhir tahun 2022 dan Unit 5 50 MW ditargetkan beroperasi akhir tahun 2023

Proyek PLTP Sorik Marapi ini dinilai sangat cepat waktu pembangunannya dengan harga keekonomian proyek yang cukup kompetitif.

Pembangunan proyek PLTP Sorik Marapi yang cepat ini, terbukti dapat menurunkan BPP Pembangkitan Sistem Sumatera Bagian Utara. Dengan masuknya Unit I dan Unit II berdasarkan realisasi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pembangkitan pada Sistem Sumatera Bagian Utara bulan Desember 2019 (Rp 1.436,- per kWh),  akan menurunkan BPP setempat sekitar Rp. 6,27 per kWh sehingga potensi penghematan atas selisih Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pembangkitan pada Sistem Sumatera Bagian Utara sekitar Rp 129 milyar per tahun.

Namun disamping itu, PLTPB PT SMGP ini tercatat menyebabkan polemik yang bahkan berujung pada hilangnya nyawa, secara tekhnis PT SMGP yang merupakan perusahaan besar dengan banyaknya polemik yang yang timbul dan berujung huru-hara, tentu sangat merugikan bagi Masyarakat sekitar, pemerintah dan bahkan Perusahaan ini,

contoh besar, Pada (09.9.2018) dua anak dinyatakan meninggal dunia di kolam penampungan air, pada (25.1.2021) lima orang masyarakat dinyatakan meninggal dunia dari 49 korban yang sisanya di larikan ke rumah sakit, dan baru-baru ini (06.03.2022) tercatat sebanyak 56 warga kembali di larikan ke rumah sakit akibat dugaan kebocoran H²S

ini menjajadi catatan dan harus di atensi oleh perusahaan, dimana kejadian berulang ini besar kemungkinan terjadi akibat kesalahan teknis, human error dan kelalaian dari oknum-oknum yang berkompeten di tubu PT SMGP tapi tidak bekerja secara profesional, kajian penempatan karyawan,teknisi, ahli, dan penanggung jawab kegiatan harus lebih di fokuskan agar kesalahan tidak berulang kembali, disamping perbaikan pada tubuh sendiri, perusahaan yang mayoritas Pekerjaanya dari luar daerah ini harus lebih memperhatikan masyarakat, pemerintah dan berkoordinasi dengan lebih baik agar kendala, proses kegiatan serta pem-posisian orang-orang yang dan teknisi yang lebih bijak serta berkompeten dalam bidangnya agar serta lebih mengutamakan perekrutan putra daerah yang SDM nya memadai karna ini tentu langkah yang lumayan efektif dimana komunikasi dan hubungan antar perusahaan dan masyarakat akan lebih harmonis, pengetahuan tentang medan dan penghilangan kesenjangan sosial dapat teratasi. (Eka Sofyandi)

Komentar

News Feed