oleh

PT SMGP Dinilai Tak Punya Nurani Dan Empati

-Daerah-279 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (27/01)(Panyabungan) – Dua hari pasca tragedi gas maut (25-27/01) di Sibanggor Julu Kec. Puncak Sorik Marapi yang menewaskan 5 orang warga dan sampai saat ini 37 orang lainnya masih dalam perawat an intensif di RSU Panyabungan dan RSU Permata Madina, tapi PT SMGP sama sekali tidak menunjukkan empati dan kepekaan sosial dan tidak pernah memberikan perhatian sama sekali kepada para korban dan keluarga.

Demikian keterangan yang disampaikan oleh MPC Pemuda Pancasila Kab Madina, setelah melalui berbagai rangkaian pengumpulan informasi, data, investigasi ke lapangan baik ke Desa Sibanggor Julu maupun lewat kunjungan kepada para keluarga korban yang saat ini masih dirawat di RSU.

ptsmmhutmadina

“Memang PT SMGP ini kita nilai sudah keterlaluan. Hal ini sangat melukai hati masyarakat Madina. Kita minta dengan tegas agar perusahaan panas bumi tsb segera bertanggungjawab dan secepatnya menyelesaikan seluruh persoalan baik santunan kepada korban dan keluarganya. Jangan tunggu lagi kemarahan publik, karna kita menilai perusahaan tak memiliki etika, nurani dan empati sosial” tegas Wakil Ketua I MPC pemuda Pancasila Kab. Madina Ahmad Tahir Nasution bersama pengurus Al Hasan Nasution, S.Pd, Mahyuddin, SH, Roni PS Nasution, Panri Pauzi Nasution (Boja), Aswardi Nasution, S.PdI (Kennek), Abdul Wahab Dalimunte, SPd, Samsul Borotan, S. Pd, Edi Azhar Lubis, Sulaiman, Sulhan Rangkuti seusai agenda monitoring keliling di Kecematan Puncak Sorik Marapi.

Dijelaskan, berdasarkan penuturan dan pengakuan sejumlah keluarga korban, sampai saat ini mereka tidak pernah dikunjungi oleh perwakilan perusahaan walau sekadar mengucapkan empati sosial dan paling riskan, sampai saat ini warga tidak pernah menerima santunan sepeserpun dari perusahaan.
“Entah apa maksud perusahaan Ini.
Perlakuan ini sangat menyakitkan.

PT SGMP jangan hanya mengeruk kekayaan sumber daya alam (SDA) di Madina ini, tapi mereka mengabaikan hak-hak masyarakat sekitar. Bila empati dan santunan saja tidak mendapatkan porsi yang semestinya, jangan salahkan rakyat, khususnya Pemuda Pancasila. “Kami buat perhitungan tersendiri dengan managemen perusahaan”.kecam Taher dengan keras.

Senada dengan itu, Kabid Organisasi dan Keanggotaan MPC Pemuda Pancasila Kab. Madina Panri Pauzi Nasution yang akrab dipanggil Boja menambahkan, bahwa perlakuan semena-mena perusahaan yang tidak memperdulikan para korban dan keluarganya merupakan tindakan yang tidak bisa dinalar oleh akal sehat dan tidak berpri kemanusiaan. Bahkan pengakuan warga, ujar Boja sampai saat ini sama sekali tidak ada perwakilan perusahaan yang datang membezoek pasien atau melayat para korban, apalagi memberikan santunan sosial. Bahkan paling tragis untuk akomodasi, konsumsi ratusan warga yang mengungsi di Masjid Agung Nur Alan Nur atau biaya pemakaman( fardhu kifayah) para korban yang terkena gas beracun H2S sama sekali Perusahaan PT SMGP tak memberikan bantuan sama sekali.

“Kami heran, entah terbuat darimana hati nurani managemen PT SMGP ini, hingga begitu keji dan tega membiarkan penderitaan warga berlanjut” ujar Boja yang mantan Ketua Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kab Madina ini.

Lebih lanjut, Panri Boja menandaskan agar PT SMGP segera bertanggungjawab penuh dan menanggulangi kerugian moril dan materil atas tragedi gas maut Sibanggor Julu ini.

“PT. SMGP jangan sampai tutup mata dan buta hati melihat penderitaan rakyat ini. Ini persoalan urgen tentang nyawa manusia yang melayang, yang tak bisa diganti. Ini menyangkut harga diri manusia yang tak bisa direndahkan oleh siapapun.
PT SMGP harus ingat dan camkan itu” ujar Panri.(27/01)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed