oleh

PT SMGP dan Keluarga Korban Keracunan H2S Berdamai

-Daerah-502 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (05/02) (Panyabungan)- Pasca terjadinya Peristiwa diduga bocornya pipa gas beracun yang mengandung Hidrogen Sulfida (H2S) dari perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang menyebabkan lima orang warga desa Sibanggor julu meninggal dunia dan puluhan orang dirawat di rumah sakit pada senin (25/01/2021) lalu.

Akibat kejadian yang memilukan itu, perusahaan panas bumi PT SMGP terus terlihat bekerja keras dengan menindaklanjuti dan bertanggungjawab atas musibah itu dan terus melakukan upaya penyelesaian dengan mengobati warga yang terkena dampak gas H2S serta memberikan bantuan ditengah warga desa Sibanggor julu.

ptsmmhutmadina

Bukan hanya memberikan bantuan bagi warga, PT SMGP yang di fasilitasi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) juga telah melakukan kesepakatan bersama dengan melakukan perdamaian di aula kantor Bupati Madina, Jum’at (05/02/2021) sore.

Kepala Tehnik Panas Bumi PT. SMGP, Eddiyanto kepada MNC Trijaya Mandailing Natal menjelaskan bahwa pada hari ini sudah tercapai perdamaian antara pihak keluarga korban meninggal dan luka-luka dengan pihak PT SMGP yang ditandai dengan penandatanganan surat perjanjian
perdamaian dan surat pernyataan keluarga korban atau ahli waris korban menerima perdamaian dan sepakat menyelesaikan masalah yang timbul akibat musibah tersebut secara kekeluargaan berlandaskan musyawarah dan mufakat.

“Pihak keluarga korban memaklumi dan memaafkan PT SMGP atas musibah tersebut dan menerima santunan sebagai itikad baik dan tanggung jawab perusahaan”.ujarnya

Lanjutnya, dengan tercapainya kesepakatan bersama ini, pihak keluarga korban akan membebaskan tuntutan terhadap PT SMGP, dan PT SMGP bersedia membantu dan bekerjasama dalam setiap proses investigasi oleh yang berwajib. 

“Kami mengucapkan terima kepada Pemkab Madina terkhusus Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution dan semua pihak yang turut membantu atas penyelesaian musibah yang sama-sama tidak kita inginkan ini,” ungkapnya

Dan berdasarkan pantauan MNC Trijaya Madina saat berjalannya acara perdamaian antara PT SMGP dan keluarga korban. Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasurion juga berpesan kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir musibah yang dialami masyarakat Desa Sibanggor Julu yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Dalam kesempatan itu Dahlan menyebutkan bahwa Ini musibah yang sama sekali tidak kita inginkan terjadi. Dan beliau berharap agar kita semua tidak lagi memperuncing masalah ini, karena masyarakat telah bersedia berdamai dengan perusahaan, dan perusahaan punya iktikad baik dan bertanggungjawab, serta semua pihak dalam hal ini Kepolisian, TNI, Kejaksaan sudah saksikan sendiri tadi proses perdamaiannya.

Kemudian terkait masalah hukum, Dahlan juga menyebut soal proses hukum sepenuhnya diserahkan ke penegak hukum dan sekarang sedang menunggu hasil dari laboratorium forensik Polda Sumut

” Apapun hasilnya itu akan kita terima. Mari kita sama-sama melihat dari berbagai sudut, termasuk masyarakat kita yang banyak bergantung hidup bekerja di perusahaan tersebut”.tandasnya. (007)

Komentar

News Feed