oleh

PETI Madina Terkesan di Biarkan, Adakah Penerima Upeti?

-Daerah-164 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (05/02) (Panyabungan)- Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah ( IPM) Madina mengungkap adanya potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai miliaran rupiah akibat aktivitas tambang emas ilegal di kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Penambangan ilegal ini disebut-sebut berlangsung di kecamatan Batang Natal dan sekitarnya

Menurut Sefly Harahap, ketua IPM Madina, kerugian yang timbul akibat Penambangan Emas Tanpa Izin( PETI) di Kecamatan Sungai Batang Natal dan Gunung nya, dengan kisaran harga Rp 800an/gram saja apabila seluruh Alat berat mengeruk 1 Kg emas / hari nya sudah Rp 800 jutaan rupiah merugikan negara.

SOMAN

“Belum lagi soal kerugian yang ditimbulkan akibat bekas lubang tambang yang terbiarkan mengangga dan pencemaran sungai,” tukas Sefly, dalam keterangannya kepada MNC Trijaya, Jumat (05/02/2021).

Penambangan ini, lanjut Sefly akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang masif. Apa yang dibayangkan olehnya didukung oleh temuan selama pemantauan di lapangan bahwa aktivitas penambangan ilegal masih berlangsung serta terkesan tidak dicegah oleh pihak yang berwenang.

“Baik aparat keamanan, legislatif, dan eksekutif,” Lanjut Sefly

Dia juga menduga adanya sewa menyewa alat berat secara ilegal yang dioperasikan untuk aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Siklus ini, lanjut dia, mesti dibongkar agar orang-orang yang ada di baliknya atau para toke serta yang menikmati aliran upeti atau setoran pelicin dari aktivitas ilegal tersebut tertangkap.

“Salah satu dokumentasi di lapangan, kami menemukan salah satu alat berat ekskavator beko sedang bekerja di dalam aliran sungai yang terletak di desa Sipogu sungai parlampungan Kecamatan Batang Natal,” katanya.

Selain penindakan hukum, pemerintah daerah dan tingkat provinsi beserta dengan dinas yang membidangi kewenangan tersebut perlu mengambil sikap atau langkah yang tepat, akurat, dan berkeadilan sebagaimana aturan yang berlaku.

“Para penambang diduga telah melakukan praktik ilegal ini secara turun-temurun, selain itu, mereka juga diduga adalah warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi penambangan” Pungkas Sefly mengakhiri. (05/02)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed