oleh

Penanganan Covid-19, Hanya 6 Perusahaan Yang Hadiri Undangan DPRD Madina

-Daerah-229 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (16/04)(Panyabungan) – Terkait partisipasi dalam penanganan serta bantuan bagi masyarakat yang terdampak dari wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dari 23 perusahaan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hanya 6 Perusahaan yang hadir dalam memenuhi undangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina, Kamis (16/4).
Rapat antara DPRD Madina dengan pihak perusahaan yang di gelar diaula paripurna DPRD Madina tersebut, dipimpin langsung oleh ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis untui membahas terkait bagaimana partisipasi perusahaan dalam membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Madina. 
Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis usai menggelar rapat kepada Andalas menjelaskan dalam rangka menangani dampak perekonomian yang ditimbulkan akibat wabah Covid 19, DPRD Kabupaten Madina mengundang sebanyak 23 Perusahaan berbentuk PT untuk mempertanyakan sumbangsih apa yang bisa diberikan kepada Masyakat.
Dan lanjut politisi Partai Gerindra ini, kita sangat menyayangkan sekali, karena dari 23 perusahaan yang ada di Madina termasuk bidang perkebunan yang kita diundang, hanya 6 perusahaan yang memenuhi undangan kita (DPRD,red).
Masih Erwin, dengan ketidakhadiran para perusahaan ini kita menilai bahwa mereka diduga memang tidak perduli dengan kondisi masyarakat Madina yang perekonomiannya mengkhawatirkan pasca merebaknya wabah Covid-19 ini.
“untuk itu, kita dari DPRD Madina akan mengambil sikap dengan memasukkan para perusahaan yang tidak mengindahkan dan tidak menghargai undangan kita ini ke daftar hitam”.tegasnya
Erwin juga menjelaskan bahwa selain tujuan rapat RDP ini untuk meminta partisipasi para perusahaan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. Kita juga ingin mengetahui sudah sejauh apa langkah yang dilakukan perusahaan kepada masyarakat sekitar perusahaan, khususnya masyarakat yang terdampak langsung oleh Covid-19 ini.
“DPRD Madina tidak akan mau mengemis kepada perusahaan yang tidak hadir pada rapat hari ini. Untuk itu kita dari lembaga legislatif ini secara tegas akan mengambil tindakan kepada perusahaan perkebunan yang tidak hadir dalam rapat yang tujuannya untuk memperjuangkan masyarakat ini”.pungkasnya
Pantauan Andalas ke 6 perusahaan yang datang menghadiri undangan DPRD tersebut yakni dari perusahaan perkebunan PT. PSU, PT. ALAM dan PT Gruti Lestari. Kemudian 3 perusahaan non perkebunan yaitu PT Sorikmas Minning, PT. BPR dan PT. PLN cabang Panyabungan. (007)

Komentar

News Feed