oleh

PD GPI Madina: Pemberantasan Pekat, Jangan Terkesan “Ecek-ecek” dan Pencitraan

-Daerah-334 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (30/08) (Panyabungan) – Kinerja Jajaran Polres Mandailing Natal untuk memberantas penyakit masyarakat termasuk perjudian dan narkotika di wilayah hukum korp bayangkara tsb terus menuai simpati dan dukungan masyarakat Kab Madina.

“Langkah Kapolres Mandailing Natal AKBP H. M. Reza Chairul A.S. S.IK., S.H., M.H dan jajarannya patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat sebagai bentuk komitmen dan perang terbuka Polri terhadap praktek Judi, narkoba yang kian marak di Kab Madina. Namun kita meminta pemberantasan maksiat tsb jangan hanya terkesan “ecek-ecek” dan kamuflase alias pencitraan semu pasca kasus Irjen Ferdy Sambo menyita perhatian publik. Tapi harus dibuktikan dengan menyikat habis para bandar besar serta menyeretnya ke ranah hukum” ujar Ketua Korp Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kab Madina Ahmad Farisi Daulay kepada pers kemaren sore (29/08) seusai rapat konsolidasi PD GPI di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan.

ptsmmhutmadina

Disebutkan, instruksi Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak beberapa waktu lalu, untuk memberangus habis praktek maksiat termasuk judi dan narkoba merupakan momentum yang telah lama ditunggu seluruh elemen masyarakat. “Kita menyambut baik atensi Kapolri tersebut. Saatnya kita menunggu gebrakan nyata dan komitmen Kapolres Madina untuk memberantas habis ke akar-akarnya peredaran barang haram Narkoba dan segala bentuk perjudian di Kab Madina. Selain itu praktek minuman keras, cafe/tempat hiburan yang berbau maksiat, prostitusi juga harus ikut disikat. Kopma GPI Madina siap mendukung dan bersinergi untuk membasmi perbuatan yang melanggar norma, agama dan hukum negara tsb” tegas Farisi yang juga Ketua Komisariat IMMAN (Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal) Universitas Islam Negeri Syahada Padangsidimpuan ini

Disisi lain pihaknya sedikit menyayangkan pemasangan puluhan spanduk oleh Polres Madina dibeberapa titik berupa himbauan untuk pemberantasan judi dan narkoba, tidak disertai pencantuman nomor kontak pihak berwajib sebagai bentuk laporan atau pengaduan masyarakat bila mengetahui adanya praktek Judi dan narkoba yang kian marak.

‘Pencantuman nomor kontak pihak berwajib atau Reskrim atau Kapolsek dll di spanduk himbauan tsb, sangat urgen untuk meminimalisir pergerakan dari para pelaku judi, termasuk para bandar. Juga berfungsi sebagai pelaporan masyarakat yang mengetahui praktek judi atau narkoba. Hal ini tentunya mempermudah masyarakat untuk bisa menghubungi polisi apabila ada bentuk perjudian di lingkungan mereka. Kita juga berharap peran serta masyarakat untuk bersama memerangi dan melaporkan segala bentuk perjudian dan Narkoba di lingkungan masing-masing” tegas Farisi yang mahasiswa Fakultas Hukum UIN Padangsidimpuan ini.

Lebih lanjut, dia meminta Kapolres untuk lebih serius dalam memberantas kasus judi dan narkoba di Kab Madina. Termasuk memberikan sanksi tegas kepada oknum aparat yang nakal yang terlibat sebagai pelaku, bandar atau membekingi kegiatan tsb”

Secara terpisah, Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Ummat PD Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kab Madina Mukhlis Hasibuan, SH mengutarakan isu Konsorsium 303 merebak tentang adanya dugaan bisnis illegal berupa beking judi dan narkoba.

Biarpun dinilai terlambat, analisa Mukhlis, langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang merespon cepat dan bereaksi dengan memerintahkan jajarannya memberantas perjudian, narkoba, baik online maupun darat patut dipuji dan diapresiasi.

Terlepas dari kontroversi yang ada, Mukhlis menyatakan pernyataan Kapolri tsb seakan mengingatkan kembali tupoksi dan komitmen kuat Polri yang melarang dan melawan segala bentuk perjudian dan Narkoba di seluruh Indonesia.

“GPI Kab Madina mendukung komitmen dan kinerja Kapolres Madina untuk memberangus habis segala bentuk perjudian dan narkoba di Kab Madina. Tapi hal itu harus dilakukan secara terukur, simultan dan berkelanjutan. Jangan hanya bersifat sementara, “panas-panas tahi ayam” dan kemudian “dingin” kembali” tegas Mukhlis

Pemberantasan pekat (penyakit masyarakat), pinta Mukhlis yang alumnus STAIN Madina ini harus lebih menyasar ke bandar besar Narkoba dan Judi di Madina. Toh kalau hanya kelas teri dan bandar receh yang ditangkapi, tutur Mukhlis itu “sih” hanya cerita lama yang udah usang.

“Kita meminta Kapolres Madina bertindak lebih cepat dan tegas untuk mengungkap tindak pidana judi dan narkoba di Madina ini. Siapapun yang terlibat harus diusut secara tuntas dan diberikan sanksi tegas”
imbuh Mukhlis yang juga Sekretaris PAC Pemuda Pancasila Kec Panyabungan Kota ini.

Analisa GPI Kab Madina, ujar Mukhlis sangat mustahil rasanya bila Polri tidak mengetahui keberadaan para bandar kelas kakap yang membekingi praktek Judi dan Narkoba. Selama ini mereka mungkin telah nyaman dan terkesan ada “pembiaran”.
Sudah saatnya Kapolres Madina segera menetapkan para bandar besar yang diduga terlibat dalam operasi judi dan Narkoba sebagai tersangka dengan berdasarkan bukti hasil penyelidikan dan penyidikan.

“Panggil para bandar sesuai SOP. Apabila tidak hadir mereka harus ditetapkan sebagai DPO, bukan hanya sekadar penggerebekan, enggak ketemu orangnya,. Atau hanya menangkap para juru tulis dan kelas teri” imbuhnya.

Menurut Mukhlis, bagan Konsorsium 303 yang beredar luas di masyarakat bisa jadi pintu masuk Polri menelusuri perjudian di Madina, bahkan diduga kuat adanya kemungkinan keterlibatan oknum Polri/TNI yang ikut membekingi praktek haram itu.

Mukhlis menambahkan, kinerja Polri dalam memberantas Narkoba dan Judi sangat dinanti masyarakat, yang muaranya akan berdampak positif mengembalikan kepercayaan publik ke Polri secara institusi.

“Perlawanan Polri terhadap Narkoba dan Judi jangan hanya sebatas pencitraan di tengah masalah internal Polri yang menganga akibat kasus Irjen Ferdy Sambo.Bila Kapolres Madina tidak serius menyikapi instruksi Kapolri ini, maka publik akan mempertanyakan keseriusan aparat dalam pemberantasan praktek Judi dan narkoba ini. Bahkan bisa menjadi bumerang dengan mencuatnya asumsi negatif berupa trik murahan untuk merespon hujatan publik dalam kurun sementara waktu” tegas Mukhlis.

Bahkan lebih jauh dia memberikan warning, bila hal ini tak ingin dianggap sekadar seremonial pencitraan dan kamuflase oleh Polri, kita mendesak agar Kapolres Madina benar-benar serius mengejar bandar-bandar kelas kakap Narkoba dan Judi tsb serta menyeret mereka ke ranah hukum untuk diberikan sanksi tegas. (009)

Komentar

News Feed