oleh

PC Lingkar Muda Madina Desak Kapolda Sumut Periksa KTPB PT SMGP

-Daerah-154 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (22/02)(Panyabungan) – PC Lingkar Muda Madani mendesak Polda Sumatra Utara segera memeriksa Eddiyanto yang tak lain merupakan Kepala Tehnik Panas Bumi ( KTPB) PT. SMGP (Sorik Marapi Geotermal Power).

Pasalnya, Mengacu Pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP) Pasal 359 Tentang Kelalaian Kerja. Yang bertanggung jawab dalam Hal ini adalah KTPB. Hal itu di ungkapkan Ali Sahnan Siregar Ketua PC Lingkar Muda Madani dan Eks Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) Madina, (22/02) di Panyabungan.

ptsmmhutmadina

“Damai nya Pihak PT. SMGP dan Korban di Sibanggor julu itu langkah yg baik dan tepat untuk meyikapi suatu kesilapan dan kesalahan. Namun, kita hidup di negara hukum dan proses hukum harus di jalankan, mengacu pada  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), kelalaian biasanya disebut juga dengan kesalahan,kurang hati-hati, atau kealpaan. Hal ini dapat dilihat dalam penjelasan R. Soesilo mengenai Pasal 359 KUHP, dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, yang mengatakan bahwa “karena salahnya” sama dengan kurang hati-hati, lalai lupa, amat kurang perhatian.

Pasal 359 KUHP:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Dalam hukum pidana, kelalaian, kesalahan, kurang hati-hati, atau kealpaan disebut dengan culpa. Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H., dalam bukunya yang berjudul Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia (hal. 72) mengatakan bahwa arti culpa adalah “kesalahan pada umumnya”, tetapi dalam ilmu pengetahuan hukum mempunyai arti teknis, yaitu suatu macam kesalahan si pelaku tindak pidana yang tidak seberat seperti kesengajaan, yaitu kurang berhati-hati sehingga akibat yang tidak disengaja terjadi” Ungkap Sahnan.

Menurut Sahnan, Aktivitas yang di duga di sengaja oleh perusahaan saat uji buka sumur (well discharge) yang menyebabkan paparan gas beracun H2S (Hydrogen Sulfida) sehingga mengakibatkan 5 orang meregang nyawa dan puluhan lainnya dirawat secara intensif. Ini praktek mal operasional dan pelanggaran berat ( Standar Operasional Prosedur) SOP sesuai hasil Tim investigasi Kementerian ESDM.

” Saya menilai KTPB PT. SMGP itu tidak bekerja secara profesional dan layak di berhentikan. Seterusnya ada tindakan hukum Untuk KTPB dan pihak PT. SMGP” Papar Sahnan.

Sahnan banyak berharap kepada Kapolda Sumut yg baru menjadikan Kasus ini menjadi Prioritas utama sebagai keselamatan nyawa Manusia.

“Saya berharap Penegak hukum ada tindakan pada Kasus ini. Saya harap juga kepada Pak Kapolda Sumut yg Baru menjadikan Kasus ini menjadi salah satu agendanya hingga tuntas” Harap Sahnan. (22/02)(Bakty Wijaya).

Komentar

News Feed