MNC Trijaya Mandailing Natal (02/12) (Panyabungan) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, akibat bencana banjir yang melanda. Akses jalan pengangkutan BBM tujuan Madina terhalang. SPBU atau pom bensin ditumpuki lautan manusia mengantri BBM. Harga minyak jenis Pertamax dan pertalite melambung tinggi hingga Rp. 40.000,-/bungkus (tidak sampai satu liter).
Upaya warga mengantri BBM disetiap SPBU jadi lautan manusia dengan berbagai kendaraan. Adanya warga yang memanfaatkan situasi ini, menaikan harga serta muncul kejahatan baru.
Nasib naas dialami Ringgo Siregar saat mengantri BBM SPBU simpang Gunung Barani kecamatan Panyabungan. Senin, (01/12/2025).
Ringgo bersama pengantri lainnya kemalingan handphone di depan SPBU.
” Saat mengantri kami (3 orang) kemalingan handphone (hp) saat mengantri di depan SPBU simpang Gunung Barani tepatnya di eks rumah makan 88. Kendaraan kami tetap ada pada jalur antrian kami singgah makan di rumah makan itu, kami berbaring sebentar saat mencas hp, saat tersadar sudah hilang 3 unit hp. Ketiga hp itu sendiri milik saya, satu lagi milik kariawan Indomaret yang ada di samping SPBU dan satu lagi milik petugas PLN yang hendak menuju Desa Tabuyung,” sebutnya .
Dijelaskannya, hp itu merk Oppo dan lainnya dari rekan yang juga kehilangan.
” Dalam hp itu banyak data saya serta dokumen penting. Adanya oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini harus jadi atensi polisi setempat untuk menghindari kejahatan lainnya. Saya akan buat laporan ke polres atas kejadian ini,” ungkapnya.
Dihimbaunya, agar para pengantri BBM agar tetap waspada.
” Saya menduga kejahatan ini merupakan sindikat,”.tandasnya.(Bakti)






