oleh

MPC Pemuda Pancasila Dukung Kapolres Madina Ungkap Kasus Ganja 570 Kg

-Daerah-231 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (30/01) (Panyabungan)- Kinerja Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, SIK beserta jajarannya yang berhasil mengungkap dan menggagalkan pengiriman ganja kering siap edar sebanyak 570 Kg, baru baru ini mendapatkan apresiasi positif dari sejumlah kalangan, termasuk Ormas MPC Pancasila Kab Mandaling Natal

“Kita salut, juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Madina atas keberhasilan jajarannya dalam penangkapan serta pengungkapan kasus besar ini. Kita juga siap berada di garda terdepan mendukung langkah strategis dan komitmen Kapolres Madina serta Pemuda Pancasila siap bersinergi dengan Polres Madina dalam “perang” untuk membumi hanguskan ganja atau Narkoba dari bumi Gordang Sambilan Mandailing Natal” ujar Wakil Ketua I MPC Pemuda Pancasila Kab Madina Ahmad Tahir Nasution, melalui Ketua Bidang Keagamaan Syamsul Hidayat Borotan, S.Pd didampingi Sekbid Khairil Amri Nasution, SH bersama pengurus Al-Hasan Nasution, Mahyuddin, SH, Sapruddin Lubis (Ucok Godang), Panri Pausi “boja” Nasution, Abdul Wahab Dalimunthe, S.Pd, Sulaiman, Raju Khan, Edi Azhar Lubis, Sulpan Lubis (Belanda), Sulhan Rangkuti kepada pers, seusai diskusi ilmiah di Cafe Kopinta Jln Willem Iskander Pidoli Lombang.

ptsmmhutmadina

Menurut Samsul, peredaran Narkoba termasuk ganja di Mandailing sudah pada tahap riskan yang mengkhawatirkan, serta harus menjadi PR (Pekerjaan Rumah) untuk dicarikan solusi dengan langkap preventif, antisipatif dan penindakan hukum secara tegas.

Lebih ironis dan miris, kata Samsul yang alumnus Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru ini mengatakan bahwa sudah menjadi rahasia umum sekarang bahwa Kab. Madina terkenal dengan “lahan ganja terbesar ke dunia di Indonesia”.

“Memalukan sekali. Sudah saatnya, nama Madina kita kembalikan sebagai “Serambi Mekkahnya Sumatera Utara, salah satu caranya masyarakat tidak memberikan ruang dan tempat secuilpun bagi peredaran dan bisnis haram “ganja” di Mandailing Natal” ujar Samsul yang mantan Sekretaris PC. Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kab Madina ini.

Ditambahkan Samsul, sebagai bentuk komitmen Pemuda Pancasila dalam perang melawan narkoba, sejak dulu mulai dari tingkat nasional sampai ranting, telah melarang keras dan tidak pernah mentolerir para kader/anggota yang terlibat narkoba, dan akan diberi sanksi pemecatan tidak terhormat.

Terkait Narkoba dan sejenisnya, ujar Samsul harus menjadi tanggung jawab kita bersama dan narkoba harus kita jadikan sebagai musuh bersama (common enemy) yang wajib untuk dijauhi. “Narkoba apapun jenisnya dilarang keras dari segi agama, adat, dan hukum. Kita harus melindungi generasi kita. Narkoba tentu merusak mental dan menjadikan masa depan generasi muda akan hancur (lost generation”) dan membuat malapetaka seumur hidup” ujar alumni STAIN Mandailing Natal ini

MPC Pemuda Pancasila berharap, agar masyarakat Madina juga ikut pro aktif dalam kerjasama dalam pemberangusan narkoba, serta tidak membebankan persoalan ini semata kepada aparat Polres saja. “Jangan kita biarkan polri bekerja sendiri, tanpa ada dukungan dari masyarakat. Kerjasama masyarakat, khususnya melaporkan bila mengetahui disekitar lingkungannya ada pelaku, pengedar atau bandar Narkoba agar secepatnya mendapat penanganan serius dari aparat berwenang” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekbid Keagamaan MPC Pemuda Pancasila Kab Madina Khairil Amri Nasution, S.H menguraikan tentang kasus narkotika golongan I jenis ganja sebanyak 570 Kg yang berhasil ditangkap Polres Madina di Kelurahan Laru Lombang dan seluruhnya dibalut lakban warna kuning, dibungkus dalam 24 karung, 2 buah tenda plastik warna biru, 1 unit truk Fuso warna oranye, baru baru ini kata Khairil pihaknya hakkul yakin bahwa aparat kepolisian bertindak profesional, proporsional dan adil dalam menangani kasus tersebut secara transparan. “Kita mendukung kinerja Kapolres untuk mengungkap kasus ini secara transparan. Kita mendorong penegakan supremasi hukum dikedepankan untuk memberikan efek jera dan jadi yurisprudensi (barang contoh) bagi pemakai, pelaku, pengedar, bandar atau Pemilik barang haram tersebut. Siapapun yang terlibat di dalamnya, harus diberi sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku. Kita juga akan mengawal kasus ini dan sepenuhnya memberikan support moril untuk Kapolres” ujar Khairil Amri yang juga Sekretaris DPD KNPI Kab Madina ini.(30/01)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed