oleh

Lipsus, ‘Ketua DPRD Madina Tinjau Kesiapan Posko Sterilisasi Perbatasan Di Ranto Baek’

-Daerah-95 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (07/04) – Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di wilayah Mandailing Natal, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis bersama beberapa Anggota DPRD terus melakukan peninjauan di setiap Pintu Masuk Madina dan Puskesmas.

Hari ini Ketua DPRD Madina bersama rombongan kembali melakukan peninjauan di pintu masuk perbatasan Madina dengan Sumatera Barat di Kecamatan Ranto Baek, Puskesmas Batang Natal, dan juga Rumah Sakit Husni Thamrin Natal, yang merupakan termasuk wilayah 3 Mandailing Natal, Selasa (07/04).

BNNCOVID19

Dalam peninjaun tersebut Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis secara khusus kepada bbnewsmadina.com mengatakan, kunjungan ini merupakan peninjaun langsung untuk melihat kelengkapan petugas medis dalam mengantisipasi covid-19.

“Kami datang untuk melihat langsung permasalahan dilapangan, apa yang menjadi keluhan petugas kita untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 ini,” ujar Erwin.

Ketua DPRD Madina pun mengungkapkan bahwa ketika melakukan peninjauan ke Puskesmas Batang Natal, kami menerima keluhan dari Kepala Puskesmas, dia mengeluhkan bahwa didaerahnya banyak masuk pekerja operator alat berat dari Sumatera Barat.

“Para pekerja ini keluar masuk dari posko perbatasan yang ada di Kecamatan Ranto Baek, dan petugas medis pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap mereka sebagai Pelaku Perjalanan, dan juga sudah ditetapkan status sebagai Orang Dalam Pantauan (ODP) dan juga sudah disuruh untuk isolasi mandiri, tetapi para pekerja tersebut tidak mau mengindahkannya,” jelas Erwin.

“Kita di DPRD akan menindaklanjuti hal tersebut, dengan mengirimkan surat kepada Bupati supaya membuat peraturan yang tegas, karena mereka yang dari Sumatera Barat tujuannya hanya satu yaitu bekerja di tambang liar, tambang rakyat yang belum ada ijin, maka hal tersebut Pemerintah harus mengkajinya untuk dibuatkan peraturan.”

“Dan untuk perlengkapan kebutuhan petugas medis di puskesmas itu sudah lumayan lengkap, baik APD, Masker, Hand Sanitizer, cairan disinfektan, alat penyemprot disinfektan, tetapi alat pengukur suhu badan hanya satu, dan petugas medis di puskesmas itu tidak memiliki alat pelindung kepala yang Standart WHO,” tambah Erwin.

Erwin juga menambahkan, “sementara di posko sterilisasi perbatasan Kecamatan Ranto Baek tadi kita tidak melihat petugas dari BPBD, Satpol-PP, serta Dinas Perhubungan, dan alat pengukur suhu badan mereka pun hanya satu. Petugas posko mengeluhkan bahwa mereka memerlukan pembatas jalan, dan untuk biaya makan minum petugas posko selama ini ditampung oleh Muspika Kecamatan.

“Sementara di Rumah Sakit Husni Thamrin belum mendapatkan APD dari Dinas Kesehatan.”

Beliau juga menjelaskan peninjauan ini kita lakukan untuk mengetahui situasi riil dilapangan, apabila ada permasalahan agar kita tau mengatasinya. Dan dari peninjauan yang kami mulai dari kemarin sampai sekarang kami melihat petugas medis sudah berusaha semaksimal mungkin,” pungkas Ketua DPRD Madina.

Peninjauan ini diikuti oleh Ketua Komisi 3 DPRD, H. Zainuddin Nasution, Anggota DPRD, Izhar Helmy, dan Saipul Gozali Lubis.(007)

Sumber : BBnewsmadina.com

News Feed