oleh

Kondusifitas Masyarakat Madina Bergantung Pada Penutupan PT SMGP

-Daerah-335 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (05/03)( Panyabungan)- Mandailing Natal Seiring dengan genapnya 8 nyawa melayang atas berbagai Insident Sejak berdirinya PLTPB PT.SMGP yang berada di Kabupaten Mandailing Natal Menjadi Indikator pemicu emosional Masyarakat.

Terlebih pada kejadian terakhir tepatnya Insident 25 januari yang menewaskan setidaknya 5 nyawa dan 3 diantaranya anak di bawah umur ” Penutupan SMGP adalqh keputusan mutlak yang harus di ambil karna belum beberapa tahun berselang, insiden demi insident yang merenggut korban bahkan nyawa menunjukkan bahwa perusahaan ini di tangani tekhnisi Amatiran” ungkap Tan Gozali Ketua KNPI Mandailing Natal

ptsmmhutmadina

” insident yang sudah terjadi tentu akan menjadi luka batin dan keresahan bagi masyarakat terutama pada WKP (Wilayah Kerja Pertambangan) selain itu ini juga dapat menjadi indikator pemicu emosional Masyarakat yang bisa jadi berujung anarkis, terlebih lagi penyelesaian yang kurang efisien atas melayangnya 5 nyawa dan puluhan lain di rawat intensif di rumah sakit, menjadikan kemungkinan ini akan jadi lebih besar”

Politisi Gerindra ini juga menyayangkan sikap DPRD Madina yang terlambat membentuk pansus dan surat kementrian ESDM yang memberikan izin pengoperasian kembali Perusahaan tersebut ” Pansus yang terlambat juga menggambarkan kelihaian yang kurang dari wakil rakyat yang kurang peka terhadap permasalahan yang timbul di Madina ini, dan daya harapkan Keterlambatan pembentukan Pansus ini dapat membawa Obat bagi masyarakat Mandailing Natal Khususnya bagi yang terimbas secara langsung bukan malah semakin memperlebar kecurigaan dan tidak percayanya masyarakat terhadap Lembaga Wakil Rakyat Tersebut”

” Masalah lain juga timbul atas keputusan Kementrian ESDM yang saya anggap sangat Prematur, dikarnakan pengeluaran Izin kembali pengoperasian PT.SMGP di tengah gejolak Polemik yang sedang melanda Mandailing Natal tanpa kejelasan penyelesaian,”Banyak hal yang seharusnya dikaji dulu dan dipertimbangkan sebelum perusahaan kembali memulai aktivitasnya, Bagaimana soal warga di sekitar lokasi sumur, berapa jarak radiusnya, apakah harus direlokasi? Apakah warga tetap bisa berladang saat perusahaan kembali beraktivitas? Ini kan harus dikaji dan menjadi pertimbangan. Peran pemerintah daerah harus hadir untuk kepentingan masyarakat. Dan keselamatan masyarakat harus dijamin karena itu yang paling utamanya, ini tentu butuh pengkajian kembali agar mesyarakat sekitaran WKP dapat kembali tenang dan nyaman dalam beraktifitas tanpa ada rasa was-was, Kami dari KNPI Madina akan terus menyuarakan dan membuat gerakan untuk membela Masyarakat umumnya Mandailing Natal bila perlu sampai Korporasi yang di komandoi KS ORKA ini tutup” pungkas Tan Gozali.(05/03)(Bakty Wijaya).

Komentar

News Feed