oleh

Kekurangan Lahan Plasma, Pemkab Madina Akan  Pengukuran Ulang Di PTPN 4

-Daerah-157 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (10/09)(Batahan) – Setelah terjadi aksi unjukrasa yang dilakukan Kelompok tani plasma dengan PTPN 4 yang ada di Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Jum’at (07/08/2020) lalu dan berujung pada pemblokiran jalan oleh warga, Senin (10/08/2020). Polres Madina mengundang kedua belah pihak untuk mediasi guna penyelesaian masalah.

Sesuai surat Undangan Polres Madina nomor : B/561/VIII/IPP.2.2.24/2020, bertempat di aula PDDO Polres Madina, acara mediasi penyelesaian masalah terkait tuntutan kelompok tani plasma Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan kepada PTPN 4 ini dihadiri oleh Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi diwakili Kabag Ops, Kompol Toni Irwansyah, Asisten II Pemkab Madina, Drg Ismail Lubis, Kadis Pertanahan, Akhmad Faisal Lubis, Kadis KPTSP, Parlin Lubis, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Camat Batahan, Irsal, Kepala Desa Batu Sondat, Zulfikar, Ketua KUD Setia Abadi Desa Batu Sondat, Najamuddin Nasution, tokoh masyarakat dan Perwakilan PTPN 4.

BNNCOVID19

Kapolres Madina, Horas Tua Silalahi melalui Kabag Ops, Toni Irwansyah selaku mediator didampingi Asisten II Pemkab Madina, Drg Ismail Lubis dalam rapat meminta kepada pihak terkait agar menyampaikan secara jelas dan detail terkait apa masalah dan tuntutan yang diinginkan, agar permasalahan yang berujung pada pemblokiran jalan di Desa Batu Sondat bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

Ketua KUD Setia Abadi Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan, Najamuddin Nasution disela rapat menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi saat ini merupakan sengketa yang sudah lama terjadi tanpa ada solusi, sehingga terjadilah aksi unjuk rasa damai pada hari Jum’at 07 Agustus 2020 lalu.

“warga Desa Batu Sondat khususnya peserta plasma sudah 13 tahun menunggu kejelasan terkait pembagian hasil plasma yang di kelola oleh PTPN 4. Sudah ada beberapa kali pertemuan sejak tahun 2007 hingga 2020 ini tetap saja permasalahan kekurangan lahan plasma ini tidak ada solusinya”.ujarnya

Masih Najamuddin, setelah bergantinya pengurus KUD Setia Abadi Desa Batu Sondat yang lama kepada yang baru, sekarang baru kita ketahui banyak kejanggalan-kejanggalan yang tidak kita mengerti yang terjadi selama ini. 

Dan lanjutnya, setelah pengelolaan kebun plasma kita ambil alih dari PTPN 4, dalam sebulan saja produksi hasil buah sawit yang kita panen naik mencapai 100 ton. Dan yang menjadi pertanyakan besar buat kami adalah masalah dana pembangunan KUD Setia Abadi yang bersumber dari dana repitalisasi dimana rencana awalnya seluas 2400 hektar, mengapa yang terealisasi dan layak di produksi hanya 136 hektar, sehingga tidak mencukupi untuk seluruh anggota plasma yang ada di Desa Batu Sondat.

Kemudian imbuhnya, mengapa warga Desa Batu Sondat yang menyerahkan tanah adatnya seluas 4600 hektar untuk perkebunan yang berjudul Bapak angkat ini masih bisa kekurangan mendapatkan lahan plasmanya, sehingga tujuan awal hadirnya Bapak angkat untuk memberikan kesejahteraan masyarakat ini tidak terlaksana ?. ungkapnya penuh tanya

“belum lagi kurangnya lapangan kerja bagi warga Desa Batu Sondat, sehingga kami merasa menjadi tamu di tanah adat kami sendiri”.tegasnya

Hal senada juga disampaikan Penasehat KUD Setia Abadi, Irva Kennedy. lebih tegas beliau mengatakan bahwa tuntutan KUD Setia Abadi kepada PTPN 4 dalam hal ini terkait kekurangan lahan plasma seluas 785 hektar khusus Desa Batu Sondat, dulunya sesuai kesepakatan awal antara Pemerintah Daerah, Pihak perkebunan dan warga, apabila lahan plasma kurang maka akan diambil dari inti perkebunan.

“sebenarnya kalo pihak PTPN 4 serius untuk menyelesaikan masalah ini pasti selesai. Sebab, permasalahan ini sudah terjadi sejak 2010 dan sudah dilakukan beberapa kali rapat”.paparnya

Tokoh masyarakat Desa Batu Sondat, Matnarin Tanjung menambahkan, agar tuntutan warga terkait kekurangan lahan plasma ini bisa segera di realisasikan oleh pihak PTPN 4. Selama ini kita menilai pihak PTPN 4 tidak perduli dan tidak memperhatikan warga, makanya dampak dari kekurangan lahan plasma ini puncaknya terjadi pemblokiran jalan untuk mobil tangki CPO PTPN 4 saja, tidak.secara umum.

“mengapa warga melakukan pemblokiran untuk mobil tangki CPO PTPN 4, agar pihak dari PTPN 4 khususnya kantor pusat mengetahui apa permasalahan yang ada di Desa kami”.tandasnya

Kepala Desa Batu Sondat, Zulfikar Nasution selaku pemerintahan Desa menyampaikan permintaan dan berharap agar instansi terkait untuk secara bersama- sama menjadwalkan segera mungkin untuk turun kelapangan guna melakukan pengukuran lahan untuk mendapatkan solusi dari segala permasalahan yang ada selama ini.

lalu Kepala Desa Batu Sondat ini juga berpesan agar managemen PTPN 4 juga memberikan apa yang sudah menjadi hak masyarakat diluar plasma, seperti CSR untuk perbaikan desa yang sudah diatur dalam peraturan dan perundang-undangan.

Camat Batahan, Irsal Van Riadi dalam rapat juga mengutarakan bahwa terkait kekurangan lahan memang telah tidak sesuai dengan yang ada di atas kertas. Dan selama ini banyaknya info terkait tidak adanya transparansi keuangan KUD yang tidak jelas. 

Belum lagi tambahnya, soal harga TBS yang dibeli pihak PTPN 4 kepada petani plasma yang tidak sesuai dengan harga disbun. Perlu diketahui, Desa Batu Sondat merupakan salah satu desa terpadat yang ada di kecamatan Batahan dan memang banyak yang menbutuhkan pekerjaan.

“makanya kita berharap kepada aparat kepolisian dan pemerintahan daerah selaku mediator agar benar-benar dapat memberikan jalan keluar atau solusi dalam permasalahan ini, sebelum semakin membesar, sebab masyarakat telah sangat lama menantikan solusi ini.

Saya juga berharap kepada PTPN 4 agar jangan hanya jabatannya saja yang estafet, tetapi segala permasalahan yang ada juga di estafetkan untuk di selesaikan, bukan dilupakan. “Melawan penjajahan belanda lebih enak dan jelas dari pada melawan penjajahan Belanda hitam yang tak tahu mana kawan mana lawan”.kata Irsal yang merupakan Camat putra asli Kecamatan Batahan tersebut.

Sementara itu dari Perwakilan PTPN 4 menegaskan, bahwa beliau bukan mau membuang badan, berdasarkan pengakuannya ia menduduki posisi maneger di PTPN4 baru masuk waktunya 1 setengah bulan.

“jadi tidak mungkin dalam waktu yang begitu singkat ini saya bisa menyelesaikan semua masalah yang ada. Saya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan permasalahan ini kepada KUD serta petani plasma, dan juga mohon bantuannya kepada pihak terkait.

“kedepan kita akan terbuka dan transparansi terkait administrasi dan keuangan. Dan mengenai untuk transparansi ini, besok pun warga boleh datang untuk meminta keterangan data”.terangnya

Kadis Pertanahan Pemkab Madina, Akhmad Faisal Lubis menanggapi seluruh pendapat dari oknum terkait menyatakan, guna mendapatkan solusi dari permasalahan ini kita akan segera melakukan peninjauan lapangan.

“setelah tanggal 17 nanti kita bersama pihak terkait akan turun kelapangan untuk melakukan pengukuran ulang”.tandasnya. (007)

Komentar

News Feed