oleh

Kapoldasu Didesak Tetapkan Tersangka Utama Direktur PT SMGP Risa Pasikki Kasus Gas Maut Sibanggor

-Daerah-242 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (08/03) (Panyabungan)- Penanganan kasus hukum yang terkesan lamban dan berlarut larut terkait tragedi gas maut H2S (Hydrogen Sulfida) di Sibanggor Julu yang menewaskan 5 orang warga dan 52 orang lainnya dirawat secara intensif membuat sejumlah elemen masyarakat Kab Madina berang dan angkat suara.

“Lebih satu bulan pasca tragedi maut H2S, namun kita melihat progress atau perkembangan kasus ini “jalan di tempat” dan sampai sekarang belum kunjung ada rilis daftar tersangka dari Poldasu. Ini harus menjadi catatan serius seluruh elemen masyarakat Madina untuk mendorong, membantu dan mendesak aparat penegak hukum (Polri) untuk lebih tegas dalam penegakan supremasi hukum atas kejadian yang menggemparkan tanah air tersebut” tegas Ketua LSM Fokrat (Forum Kajian Masyarakat) Kab Madina Aswardi Nasution, S.Pd kepada pers seusai menggelar Diskusi Ilmiah bertajuk “Membongkar Kejahatan Korporasi PT SMGP, mungkinkah? di sebuah cafe di Kota Panyabungan.

ptsmmhutmadina

Menurut Aswardi, publik saat ini tengah menunggu komitmen dan gebrakan Kapoldasu yang baru Irjen Pol Putra Panca Simanjuntak dalam mengusut tuntas kasus PT SMGP yang telah menewaskan 5 orang warga, termasuk 3 diantaranya anak-anak. Bahkan diantara 52 orang korban yang dirawat intensif, termasuk diantaranya dua orang personil Polri yang bertugas. “Kita mendesak Kapoldasu untuk serius menangani kasus ini dan segera merilis daftar tersangka. Sangat berbahaya bila sampai publik meragukan hukum itu sendiri, karna menilai Polri dianggap mengabaikan profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas publik” ujar Aswardi yang mantan Ketua PC Satuan Pelajar, Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kab Madina ini.

Ditambahkan, penanganan kasus yang ditangani Poldasu ini telah lama naik status dari penyelidikan (Lidik) ke tahap penyidikan (sidik) dan gelar perkara, dan sudah semestinya ada daftar tersangka. Dan katanya sangat wajar bila publik mempertanyakan sejauh mana progres yang dinilai terkesan lamban dan langkah mundur ini.”Kita mendesak Poldasu segera merilis daftar tersangka. Yan Tang dan Risa Pasikki harus diseret ke ranah hukum dan ditetapkan sebagai tersangka utama. Polri jangan terkesan main-main dalam hal ini. Kita siap all out mendukung komitmen Kapoldasu dalam penegakan supremasi hukum secara tegas dan berkeadilan, tanpa diskriminasi” ujar Wakil Ketua I PD KAMI Kab Madina ini.

Ditambahkan bila Polri terkesan lamban, maka wajar melahirkan asumsi liar dan interpretasi publik yang negatif sehingga bermuara menghilangkan kepercayaan (trust) publik kepada hukum itu sendiri dan kinerja para penegak hukum. Bahkan Aswardi mengatakan, pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat Madina berencana akan “menggeruduk” Mapoldasu bila penanganan kasus ini dinilai lamban dan tidak ada titik terang dalam penetapan tersangka.

Senada dengan itu Ketua Umum DPP IMMAN (Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal) Hapsin Nasution menyatakan bahwa Poldasu harus profesional dalam penanganan kasus hukum PT SMGP sebagai bentuk implementasi dari komitmen dan instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menjadikan institusi Polri yang prediktif, Responsibilitas, transparan dan berkeadilan (Presisi) serta memberikan pelayanan terbaik (publik of service) kepada masyarakat. “Secara tegas kita meminta Kapoldasu dan jajarannya untuk lebih serius menuntaskan kasus hukum H2S PT SMGP karna telah lama menjadi sorotan luas publik secara nasional. Udah puluhan saksi diperiksa dan disidik. Kenapa poldasu terkesan galau dan gamang dalam penetapan tersangka” tegas Hapsin yang aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) ini.

Ditambahkan, secara kronologis kejadian fatal praktek ini terjadi akibat mal operasional, pelanggaran berat SOP berbentuk kelalaian yang disengaja saat uji buka sumur (well discharge) untuk SMP-T02 PLTP Sorik Marapi sehingga ada tindak pidana penghilangan nyawa manusia, maka pertanggungjawaban operasional perusahaan tersebut harus disasar sampai ke tingkat top leader yakni Yan Tang selaku Presiden Direktur dan Rissa Glorius Pasikki selaku Direktur Operasional.

Tentu kita menganalisis disini ada indikasi perbuatan melawan hukum, bentuk kelalaian yang disengaja, kealfaan serta penyalah gunaan jabatan (abused of power), yang disebabkan oleh humman error’, system error’ dan leader error. Maka Presdir PT SMGP Yan Tang dan Direktur Operasional Risa Pasikki harus diseret ke ranah hukum dan ditetapkan sebagai tersangka utama kasus ini” tegas Hapsin dan Aswardi.

Demi penegakan supremasi hukum (law enforcement) tanpa diskriminasi, mereka menuntut komitmen Kapolri Jend Pol Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan penegakan hukum tidak boleh lagi tajam ke bawah dan tumpul keatas harus diperpegangi dalam kasus ini. Karna analisis Hapsin bahwa Yan Tang dan Risa Pasikki adalah orang paling bertanggungjawab dalam management PT SMGP. “Jangan ada signal buruk menyatakan management PT SMGP mencari kambing hitam dan mengorbankan para bawahan baik staf atau security untuk menanggung akibat gara gara manajemen PT SMGP yang semrawut dan amburadul. Yan Tang dan Risa Pasikki adalah aktor paling bertanggung jawab dalam perusahaan PT SMGP. Keduanya harus ditetapkan sebagai tersangka utama” ujar Hapsin

Ditegaskan bahwa pihaknya akan terus komit mengkawal progres penanganan kasus hukum PT SMGP serta mengambil langkah langkah strategis lainnya bila dinilai kasus ini berlarut-larut.

Turut berhadir dalam diskusi ilmiah tersebut Direktur Eksekutif Madina Institute Al Hasan Nasution, S.Pd, Ketua PC GMPI M. Irwansyah Lubis, SH, Sekretaris DPD KNPI Madina Khairil Amri, SH, Ketua Presidium MP3 M.Yahya Rangkuti, S.Sos, Ketua Almandily Abdul Wahab Dalimunthe, S.Pd, Ketua PC. JAM NU Samsul Hidayat Borotan, S.Pd, Ketua PC Lingkar Muda Madani M.Sahnan Siregar, S.Pd, Ketua Konsorsium Lingkungan Hidup Samhur Hasibuan, SPd, Ketua Mandailing Natal Foundation Hardiansyah Pakpahan, Sekretaris PC GPK Rizky Agustinhar beserta sejumlah aktivis muda lainnya.(08/03)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed