oleh

Kadisdik Madina Bantah Isu Pemberhentian Guru Honor TKS Ketika Kunker Ke Pantai Barat

-Daerah-273 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (04/01)(Panyabungan) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Kadisdik Madina), Arbiuddin Harahap membantah keras terkait adanya isu akan dilakukannya pemberhentian kepada guru Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Bantahan tersebut beliau sampaikan ketika melakukan kunjungan kerja (Kunker) bersama jajarannya, dalam menjawab laporan, keluh kesah serta aspirasi para Kepala sekolah (Kepsek) melalui Korwil 11 Kecamatan Batang Natal, Rasudin Nasution, Selasa (04/01/2022).

ptsmmhutmadina

Mantan Kasatpol PP Kota Padang Sidempuan ini juga menyatakan tujuan beliau melakukan kunker ke kecamatan Batang natal, untuk bersilaturahmi dengan korwil, kepala-kepala sekolah dan guru honorer diwilayah pantai barat.

“Tujuan saya melakukan kunker ini hanya satu, yakni ingin bertatap muka dengan bapak ibu tenaga pengajar di wilayah Batang Natal. Saya ingin membuktikan kepada semua, bahwa kita semua ini keluarga, marilah bersama-sama kompak dan kita tetap sama”.ujarnya

Dan lanjutnya, jika ada permasalahan Apapun itu agar segera berkoordinasi dengan korwil maupun dirinya secara langsung.

“Apapun peristiwa dan kejadian disini, silahkan kabari saya, dan tolong beritahu saya, jika masih ada selama ini guru-guru yang nakal dan mangkir tidak pernah masuk mengajar”.tegasnya

Kemudian secara tegas beliau juga menyampaikan, terkait permasalahan Tenaga Kerja Sukarela (TKS), Disdik Madina tidak akan ada melakukan pengurangan tenaga pendidik, dirinya akan memperjuangkan semua tenaga honorer untuk kembali bekerja

“Dalam surat yang saya keluarkan, saya tidak ada menuliskan bahasa pemberhentian, saya hanya sampaikan masa kontrak kerja saudara telah berakhir dan menunggu SK lanjutan. 

Insha Allah kami Disdik Madina tidak akan melakukan pengurangan, dan secara tegas saya membantah isu tersebut bahwa Disdik Madina akan memberhentikan tenaga honorer. “saya akan memperjuangkan honor TKS ini, jadi jangan takut”.pungkasnya

Lalu Arbi juga menerangkan bahwa Disdik Madina akan mensosialisasikan kepada pqrq kepsek untuk menggunakan aplikasi SIPLAH dalam penggunaan anggaran dana BOS agar tidak menyalahi aturan.

“Saya tidak mau lagi ada kepala sekolah yang bermasalah. Mari rubah pola lama, mari kita tatap era baru. Bupati sudah tekankan, bahwa beliau tidak ada perintahkan Kadis untuk memutasi kepala sekolah.

Dan apabila mutasi ada, saya menganjurkan kepala sekolah untuk mengikuti uji kompetensi dan juga menggunakan aplikasi SIPLAH dalam penggunaan anggaran dana BOS”.terangnya

Ditambahkannya, meminta kepada semua sekolah harus ada pengajuan serapan dana DAK untuk 2022, dan berharap pembangunan semua sekolah ini akan merata.

“Nanti tim saya dari Dinas akan turun langsung kelapangan, mohon kepada kepala-kepala sekolah apa yang nanti diminta oleh tim kita segeralah penuhi agar rencana pembangunan pendidikan kita tidak terhambat”.pintanya

Kepala Korwil 11 Batang Natal, Rasudin Nasution sebelumya melaporkan, jika saat ini ada beberapa permasalahan yang dialami oleh tenaga pendidik di korwil 11 Batang Natal.

Seperti kondisi beberapa sekolah di Kecamatan Batang Natal sudah tidak layak pakai dan kondisi bangunan hancur serta mobiler sekolah sudah tidak bisa dipakai lagi. Dan terakhir permasalahan honor Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang saat ini lagi hangat pembicaraan karena rumor pemberhentian guru-guru honorer. (007)

Komentar

News Feed