oleh

HKTI Bersama PTI Sumut Dan DPC PTI Madina Didukung BNI Melakukan Sosialisasi Program On Farm Petani Mandiri

-Daerah-519 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (07/03) ( Siabu) – Perum Bulog serta asuransi Jasindo melakukan sosialisasi Program On Farm Petani Mandiri di Desa Huraba II Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Minggu 7 Maret 2021

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua HKTI Sumut H.Gus Irawan Pasaribu, Ketua PTI Sumut Muhammad Fadly Abdina SP MSi, Sekretaris HKTI Sumut Muhammadsyah, Bendahara HKTI Sumut H.Kamsir Aritonang, Anggota DPRD Madina Fraksi Gerindra Suhandi, Ketua DPC PTI Mandailing Natal Ahmad Riski Pane, Bendahara DPC PTI Mandailing Natal Alfi Fadlan, Kepala Desa (Kades) Huraba II, sejumlah petugas penyuluh lapangan (PPL) dan para petani di Kecamatan Siabu.

ptsmmhutmadina

Dalam sosialisasi tersebut, H. Gus Irawan Pasaribu yang juga merupakan anggota Komisi XI DPR RI itu menyampaikan, Program On Farm Petani Mandiri merupakan program integrasi dari Hulu hingga Hilir untuk memfasilitasi para petani padi, mulai dari akses pembiayaan, sarana produksi pertanian, penyuluhan, asuransi tani, hingga pasar.

“Kita berharap dengan adanya Program On Farm Petani Mandiri, dapat membuat petani semangat dalam bertani dan tentunya kita berharap program ini berpengaruh besar pada peningkatan hasil panen ,” kata Gus Irawan.

Sementara, Ketua PTI Sumut Muhammad Fadly Abdina, pada kesempatan itu mengatakan, Program On Farm Petani Mandiri adalah kegiatan usaha budi daya komoditas, khususnya padi, yang dilakukan dengan menggunakan pola mandiri, kemitraan dan sinergi.

“Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani adalah dengan melakukan upaya peningkatan produktifitas dan produksi petani. Untuk mencapai hal tersebut petani butuh bibit unggul, pupuk, pestisida dan peralatan lainnya. Semua itu tentu butuh biaya. Karena itu, hari ini kita hadirkan BNI selaku pihak yang akan mendukung pembiayaan petani untuk bisa berproduksi. Harapan kita, dengan dukungan BNI dan Bulog, Program On Farm Petani Mandiri di daerah ini dapat segera dijalankan pada musim tanam berikutnya,” kata Muhammad Fadly Abdina.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PTI Mandailing Natal Ahmad Riski Pane menyampaikan, masalah utama dalam pengembangan usaha pertanian adalah modal, selama ini untuk bisa berproduksi petani banyak terjerat hutang kepada para tengkulak. Para tengkulak umumnya adalah pemilik kilang padi yang sesukanya mempermainkan harga gabah hasil panen petani.

“Masalah utama dalam memulai usaha khususnya pertanian ini adalah minimnya akses permodalan, Kita tau selama ini petani banyak terjerat hutang kepada para tengkulak. Harga gabah hasil panen petani ditentukan oleh tengkulak. Inilah penyebab taraf hidup petani padi di daerah ini dari tahun ke tahun tak pernah sejahtera, Sementara mayoritas masyarakat kita di Mandailing Natal pada umumnya adalah petani, karena itulah kita berani mengundang Bapak H Gus Irawan Pasaribu selaku ketua HKTI Sumut untuk hadir langsung di Mandailing Natal” ucap Pane.

Anggota DPRD Madina Fraksi Gerindra Suhandi, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik dan siap mendukung Program On Farm Petani Mandiri di Mandailing Natal, dan berharap agar generasi muda juga tidak malu-malu untuk mengembangkan usaha pertanian.

“Ini sebuah pemikiran luar biasa dari HKTI Sumut, kita berharap masyarakat petani di Mandailing Natal dapat lebih sejahtera karena sudah tidak bergantung dengan tengkulak, harapan kita juga generasi muda Mandailing Natal tidak lagi malu-malu dan beralasan tidak ada modal untuk bertani, karena sektor pertanian merupakan sektor potensial yang sedang digadang-gadang pemerintah pusat, sekarang HKTI, PTI, BNI dan BULOG siap menjembatani, milenial jangan malu-malu bertani” tutup Suhandi. (07/03)( Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed