oleh

Hippi Madina : Tragedi 25 Januari. PT SMGP Harus Di Seret Ke Ranah Hukum

-Daerah-300 views

MNC Trijaya Mandailing Natal  (29/01) (Panyabungan)- Tragedi 25 Januari 2021 Masyarakat Mandailing Natal dihebohkan Dengan bocornya pipa milik  Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) yang mengakibatkan 5 nyawa melayang dan 30 orang di rawat di RSUD dan RS Permata Madina  tepatanya Wallpad T desa Sibanggor Julu Senin(25/01).

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Kabupaten Mandailing Natal  (HIPPI Madina) Akbar Panjaitan dalam keterangannya kepada MNC Trijaya Mandailing Natal. Pihak penegak hukum harus menyeret perusahan yang bergerak dibidang panas bumi itu ke ranah hukum karana sudah lalai dalam menjalankan SOP baku yang mereka sebut sehingga 5 nyawa masyarakat menjadi korban dan puluhan dirawat dan ratusan masyarakat mengungsi beberapa hari ke Mesjid Nur Alan Nur.

ptsmmhutmadina

” PT SMGP harus diseret keranah hukum karna sudah lalai dalam menjalankan SOP baku seperti yang mereka katakan sehingga 5 nyawa melayang dan puluhan di rawat , ratusan di ungsikan sementara ke mesjid Nur Alan Nur, sebutnya.

Dan sudah kita ketahui bersama bawah perusahan itu sudah beberapa kali lalai dalam menjalankan kegiatannya sehingga ada korban nyawa. September 2018 2 pelajar  Musthafawiyah Purba Baru meninggal di dalam kolam penampungan air PT SMGP. Aksi unjukrasa berujung kematian seorang warga Maga. Itulah catatan merah yang sudah mereka buat di bumi gordang sambilan ini.

“PT SMGP sudah beberapa kali lalai dalam menjalankan kegiatannya sehingga ada korban nyawa. September 2018 2 pelajar  Musthafawiyah Purba Baru meninggal di dalam kolam penampungan air PT SMGP. Aksi unjukrasa berujung kematian seorang warga Maga. Itulah catatan merah mereka selama ini, ujur Akbar Uka-uka sapaan Akrab ketua Hippi Madina.

Tragedi 25 Januari dibiarkan berlarut-larut tanpa ada sangsi yang keras pada perusahan PT SMGP akan membuat perusahan ini kedepan  tidak hati-hati sehingga jatuh lagi korban berikutnya.

“Tragedi 25 Januari dibiarkan berlarut-larut tanpa ada sangsi pada perusahan panas bumi itu. Kedepan PT SMGP tidak hati-hati sehingga berjatuahan korban berikutnya. Akbar uka-uka mengakhiri. (30/01) (Bakty Wijaya).

Komentar

News Feed