oleh

Gozali Pulungan : Untuk Sinergitas Dan Kerjasama, Makanya DPRD Yang Bagikan Bantuan Sembako

-Daerah-385 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (30/04)(Panyabungan)- Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah menyalurkan bantuan sebanyak 21.331 paket sembako kepada warga Madina yang terkena dampak COVID-19 melalui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina.

Mengapa harus anggota DPRD Madina yang membagikan atau menyalurkan paket sembako tersebut, alasannya adalah demi menjaga sinergitas dan kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif”.terang Bupati Madina, Drs H Dahlan Hazan Nasution melalui Sekdakab Madina, Gozali Pulungan diruang kerjanya, Kamis (30/4).

BNNCOVID19

“Kita sudah menyalurkan bantuan sembako sebanyak 21.331 paket melalui anggota dan pimpinan DPRD Madina. Dan ini merupakan bentuk sinergitas dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan legislatif. Karena, bantuan sosial ini keseluruhannya dalam bentuk pangan dan tidak ada alokasi dana untuk pengangkutan sampai kepada si penerima. Sementara anggota dewan kita bersedia menyanggupi biaya transportasi sampai kepada si Mustahaq”.paparnya

Lanjutnya, sebanyak 21.331 paket sembako tersebut penyalurannya dibagi rata kepada anggota dewan. Setiap anggota dewan mendapat jatah 500 paket sembako setiap orang, sementara untuk pimpinan DPRD jumlahnya sedikit berbeda karena lebih banyak dari anggota.

“Sebagaimana kita ketahui ada 37 orang anggota dewan kita, masing-masing dapat 500 paket setiap orang. Sementara untuk wakil ketua mendapat 650 paket, dan ketua DPRD mendapat 1.1331 paket. Kemudian untuk Sekretaris Dewan mendapat 150 paket, dan ada kita berikan kepada parbetor yang sempat berunjukrasa, kita berikan 250 paket,” bebernya.

Gozali juga menerangkan, sumber dana sembako itu berasal dari dana bantuan sosial penanganan covid yang sudah dialokasikan sebesar Rp 7 miliar. Dan, saat ini yang sudah dibelanjakan sebesar Rp 4,053 miliar (empat miliar lima puluh juta rupiah) yang dibelanjakan ke paket sembako 21.331 tersebut.

Dan untuk para penerima atau mustahaqnya sambungnya, di sesuaikan dengan data yang telah dilaporkan kepala desa ke Dinas Sosial. Dan data tersebutlah yang diberikan kepada anggota dan pimpinan DPRD sebagai tempat penyaluran paket sembako tersebut.

“Datanya dari kepala desa yang disampaikan kepada dinas sosial. Lalu data tersebut diberikan kepada wakil rakyat kita. Sehingga kita harapkan bantuan sembako ini tepat sasaran kepada para mustahaq”.sebutnya

Gozali menambahkan, dan kategori mustahaq penerima bantuan sembako ini merupakan warga yang bukan penerima PKH maupun Rastra. Tentunya masyarakat kita yang terkena dampak sosial ekonomi akibat virus Corona,” ujar Sekda sembari menyebut sisa dana bantuan sosial penanganan COVID-19 setelah dibelanjakan ke 211.331 paket, sisanya saat ini adalah Rp 2,9 miliar (dua miliar sembilan ratus empat puluh tujuh juta). (007)

Komentar

News Feed