GMNI Sumut Adakan Dialog Publik, Makna Polri Presisi Terkesan Tidak Dijalankan

Daerah826 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (05/04) (Panyabungan) – Dewan Pimpinan Daerah  Gerakan Mahasiswa Nasinalis Indonesia  Sumatera Utara (GMNI Sumut)  yang saat ini dipimpin Paulus PG, belakangan ini aktif dalam menyuarakan terkait persoalan yang sedang terjadi di tubuh Polda Sumatera Utara.

Paulus PG dalam rilis media yang diterima Jum’at, (04/04) menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan dialog Publik terkait makna Polri Presisi yang terkesan tidak di jalankan oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto terbukti dengan maraknya penyelundupan dan peredaran barang ilegal seperti Narkoba, Rokok.

Harapannya Kapolri mendengarkan dan menindaklanjuti apa yang saat ini mereka suarakan karena terjadinya ketidakadilan di wilayah hukum Polda Sumatera Utara termasuk laporan masyarakat yang tidak diproses di Polda Sumut.

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasinonalis Indonesia Madina melalui ketua (DPC GMNI Madina), Rajab Husein Hasibuan menambahkan bahwa ketidak tegasan Kapolres Madina dalam menindak mafia tambang emas ilegal yang dimana sudah jelas-jelas mereka menunjukan dirinya ke publik. Mafia tambang emas ilegal yg berada di Mandailing Natal (Madina)  sudah kebal hukum apalagi kita tahu bahwa di lokasi penambangan beredar disana narkoba.

“Apakah harus viral dulu baru di tindak ? Apa harus bayar dulu harus Gerak. Kami kecewa melihat lambatnya penegakan hukum di madina ini,” Tegas Rajab.

Rajab juga meminta kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar mencopot Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, karena menurut GMNI lamban dalam penegakan hukum di wilayah Sumatera Utara dan Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK tidak berani menindak secara hukum yang berlaku kepada mafia tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal.

“Kami ingin secepatnya Kapolres Madina segera dicopot yang hanya terkesan lipsync (bernyanyi) memaknai Polri Presisi,”.Tutup Rajab. (009)