oleh

FKI-1 Lima Nyawa Melayang Oleh Kegiatan PLTPB SMGP, Sabotase Atau Murni Kecelakaan ?

-Daerah-910 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (09/02) (Panyabungan)- Semakin Hari semakin memanas tentang Insident yang terjadi 25 Januari 2021 pada Wilayah Kerja Perusahaan (WKP) PT.SMGP wellpad T 02 yang berada di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal

Muhammad Ali Harahap SH, MH LBH FKI-1 Provinsi Sumatera Utara menyebutkan “Pertanggung jawaban Moril berupa santunan dan tali asih memang sudah seharusnya menjadi kewajiban Perusahaan, tapi yang kita pertanyakan disini bagaimana proses pembukaan sumur yang sebenarnya terjadi dan pada moment ini kasusnya sudah naik dari tahap penyelidikan menjadi tahap penyidikan di Polda Sumut, jadi siapa yang bertanggung jawab disini dalam kategori tersangka”.

ptsmmhutmadina

“Yang meninggal itu memang sudah takdir, tapi perbuatan pencemaran lingkungan dan udara ada konsekuensi hukumnya pidana lingkungan sebagai contoh Undang-undang no.32 tahun 2009 dan Undang-undang Amdal no 23 tahun 2007, dana Amdal tersebut harus disosialisasikan kepada warga yg kena dampak baik secara langsung maupun kena imbasnya susah berusaha/bekerja ke sawah atau ke ladang akibat adanya gas beracun tersebut, mereka harus bertanggung jawab secara hukum perdata dan pidana” lanjut Pria yang akrab disapa Ali ini

“Jangan main-main loh, ini kasus yang sudah menghilangkan nyawa hingga lima orang dan tiga diantaranya anak di bawah umur, serta PT.SMGP ini bukan Perusahaan kecil yang bekerja secara amatiran, kenapa ini bisa terjadi, apakah memang seperti yang di katakan Riza Glorius Chief Tekhnical Officer PT. SMGP yang di duga secara terbuka menuding bagian Safety (PT.WIRA.Red) dan Sosialisasi (CDCR.Red) ataukah ada unsur kesengajaan dalam insident ini (sabotase)?” Cetusnya dengan nada tegas

Di tempat lain Samsuddin Nasution Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Mandailing Natal (10/2) juga mengatakan jika terus berlarut maka akan banyak isu yang bisa jadi menghasilkan perpecahan seperti asumsi yang sedang berkembang pada lapisan masyarakat yang mengindikasikan bahwa kejadian itu adalah sabotase pihak SMGP untuk mengosongkan Wilayah Kerja Perusahaan dari pemukiman, tentu Pihak SMGP tidak akan mau di cerca isu demikian yang akan sangat merugikan bagi nama baik Perusahaan mereka, maka dari itu sebaiknya Baik Polda Sumut Maupun SMGP agar lebih Transparan dalam menyikapi hal ini”

di lain tempat Fahrizal Efendi Anggota DPRD Provinsi Hanura juga menyebutkan bahwa ” Kita juga mendesak pihak Penegak Hukum agar menangani kasus kemanusiaan ini dengan pro-Aktif dan Transparan, karna ini sudah Menjadi Isu Nasional dan sorotan Utama dalam beberapa minggu ini, Terlebih lagi status yang naik dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan, harusnya sudah di Publish siapa tersangkanya dalam hal ini”

Pada Kesempatan lain MNC Trijaya Mandailing Natal juga mencoba mengkonfirmasi Masalah ini Kepada CDCR (Krishna) dan di lempar untuk langsung menanyakannya pada Corporate communication KS Orka yang bernama syahrini via pesan singkat WhatsApp dengan nomor+62 812-874X-XXX , beliau sempat membalas dengan mempersilahkan untuk konfirmasi tapi setelah team MNC Trijaya memulai pertanyaan dia sudah tidak mau membalas (No Comment).(09/02)(Eka Sofyandy)

Komentar

News Feed