oleh

Dugaan Pelecehan Lambang Negara, Kasat Reskrim : Pihak Percetakan Sudah Disurati, Tapi Tidak Hadir

-Daerah-564 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (03/01)(Panyabungan) – Penuntasan dugaan kasus pelecehan dan penghinaan lambang negara kepala burung garuda mengarah kekiri pada pet foto berbingkai wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution masih bergulir dan terkesan lamban.

Dimana, kasus yang dilaporkan DPD LSM Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Kabupaten Madina dan DPD Partai Solidaritas Indonesia pada bulan September 2021 tersebut, belum juga ditentukan siapa tersangkanya.

ptsmmhutmadina

Padahal, berdasarkan info yang dihimpun MNC Trijaya Madina, dalam kasus ini pihak Polres Madina telah memiliki bukti, melakukan pemeriksaan kepada saksi, penyebar foto dan bahkan pemilik percetakan tempat di cetaknya foto itu.

Untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangan kasus ini, Ketika MNC Trijaya Madina melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Edi Sukamto, Senin (03/01/2022). Beliau menjawab bahwa kasus ini masih mendalami pemeriksaan saksi-saksi.

“Masih mendalami pemeriksaan saksi” jawabnya singkat.

Dan ketika ditanyakan bahwa info terakhir sudah pada pemeriksaan pihak percetakan Dambaan berinisial ZN yang berada di Kabupaten Deli Serdang hasil gelar perkara pada 25 November 2021 lalu.

Beliau menjawab, sudah kita layangkan suratnya, namun belum hadir, dan akan kita undang kembali. Sekaligus menambahkan “ini proses penyelidikan, pasti perkembangan akan kami berikan SP2HP”.

Sementara itu Ketua DPD PSI Kabupaten Madina, Bro Abdul Khoir Nasution, SH ketika dikonfirmasi MNC Trijaya Madina sangat menyayangkan bahwa proses penuntasan kasus dugaan pelecehan atau penghinaan lambang negera ini amat sangat lamban dan menjadi pertanyaan.

“Kita dari DPD PSI Madina selaku pelapor dalam kasus ini menilai kinerja Polres Madina lamban. Sebab, seperti yang kita ketahui bersama, bukti, saksi dan terduga para oknum yang terlibat didalamnya telah di lakukan pemeriksaan. Namun mengapa tersangkanya kok belum ditetapkan ? “.ujarnya penuh tanya.

Lanjutnya, dari kemaren statusnya masih “penyelidikan”. Dan hingga sekarang juga masih berstatus “penyelidikan”. Padahal sudah dilakukan gelar perkara.

Mungkin tambahnya, untuk agar kasus ini segera tertuntaskan, DPD PSI Madina melalui kuasa hukum akan membawa dan  melaporkan hal ini ke Polda Sumatera Utara (Sumut). (007)

Komentar

News Feed