Dugaan Laporan Palsu Kadis PUPR Madina, Warga Minta Bupati Copot

Daerah982 Dilihat

MNC Trijaya Mandailing Natal (09/06) (Panyabungan) – Warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) geram usai membaca berita atas dugaan laporan informasi palsu atau hoax yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Madina, Elfi Yanti Harahap, ST kepada Bupati Madina, Saipullah Nasution.

Dugaan informasi hoax oleh Kadis PUPR ini muncul setelah berita pembangunan bekas pasar bioskop Tapanuli Panyabungan mencuat ke berbagai media.

kapolresmadina kapolsekMBG kapolseksiabu kapolskbatahan

Salah satu warga yang ditemui di Lopo Kopi Taman Kota Panyabungan mengaku, apabila sekelas pejabat diduga berbohong, maka dapat menimbulkan rusaknya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga terkait.

“Apabila ada informasi dugaan palsu atau kebohongan pejabat terhadap publik, maka dapat menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan berkurang, apalagi sekelas Kepala Dinas,”ucap AB Nasution. Senin (09/06) siang.

Seharusnya, menurut pria yang berprofesi sebagai pedagang ini, pejabat Madina harus berbicara jujur dan transparan dalam menjalankan tugasnya, serta bertanggung jawab atas kinerjanya.

Sebelumnya, pemberitaan soal dugaan informasi hoax yang disampaikan Kadis PUPR kepada Bupati Madina mencuat di berbagai Link berita Online terbitan hari ini Minggu (8/6/2025).

Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Kayu Jati, M Juliadi, memastikan bahwa warga tidak pernah menghambat hambati pembangunan pasar bekas Bioskop Tapanuli seperti yang diduga disampaikan oleh Kadis tersebut.

“Kami hanya meminta pekerja untuk tidak menimbulkan kebisingan saat kerja di malam hari, karena dapat mengganggu istirahat warga,” ungkap Juliadi saat itu.

M Juliadi juga menegaskan bahwa dugaan laporan Kadis PUPR Madina tentang adanya warga yang menghalangi pembangunan adalah palsu. “Laporan itu Hoax atau Palsu,” tegasnya.

Atas kejadian ini, warga Madina meminta Bupati Saipullah Nasution untuk mencopot Elfi Yanti Harahap dari jabatannya sebagai Kadis PUPR Madina.

Warga menilai bahwa Kadis PUPR Madina tidak profesional dalam menjalankan tugasnya dan telah memberikan informasi yang diduga tidak akurat kepada Bupati Madina.

Warga berharap agar Bupati Madina dapat menindaklanjuti permintaan ini dan mengambil sikap tegas terhadap Kadis PUPR Madina. (007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *